Jumlah ASN Pemprov Jateng yang mencapai sekitar 60.000 orang, termasuk guru dan PPPK, diyakini memberikan dampak ekonomi besar bila seluruhnya membeli sarung batik produksi UMKM lokal.
“Kalau beli dari UMKM tentu ikut mengangkat ekonomi UMKM kita,” ujar Sumarno.
Ia menegaskan bahwa kebijakan Jumat bersarung bukan hanya simbol budaya, tetapi juga bentuk nyata dukungan terhadap ekonomi rakyat.
Mengangkat Kearifan Lokal, Menggerakkan Ekonomi Daerah
Menurut Sumarno, penggunaan sarung batik bertujuan memperkenalkan kembali potensi budaya Jawa Tengah yang selama ini jarang terekspos.
Dengan dorongan ini, ia berharap UMKM sarung batik semakin dikenal, semakin berdaya, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin lokal.
“Batik dan lurik sudah biasa kita dorong. Tapi sarung batik belum tersentuh. Ini bagian mengenalkan kearifan lokal sekaligus mendorong UMKM,” jelasnya.***
Artikel Terkait
Mendorong Asuransi yang Dibeli, Bukan Dijual: IFG Dorong Industri Berbasis Riset dan Empati
PDB 2025 Masih Lesu? Dolfie Kritik Sektor Usaha dan Tantang Purbaya Perbaiki Strategi Ekonomi
Panduan Investasi untuk Pemula di Usia 20-an: Mulai dari 50 Ribu, Begini Caranya
IFG Goes to Campus 2025: Misi Menyiapkan Generasi Finansial Berkelanjutan di Era ESG
Guncangan di PBNU: Gus Ipul Dicopot dari Sekjen, Rotasi Besar Diumumkan di Tengah Konflik Internal
Cara Mengubah Hidup dalam 30 Hari: Kebiasaan Kecil yang Hasilnya Besar
Gus Ipul Resmi Dicopot dari Jabatan Sekjen PBNU, Ini Alasan dan Peta Rotasi Baru Pengurus
Profil dan Biodata Giorgio Antonio: Pebisnis Tampan yang Dikabarkan Dekat dengan Sarwendah
PSSI Tegaskan Pelatih Baru Timnas Wajib Transfer Ilmu ke Pelatih Lokal
Prabowo Tegaskan Guru Harus Berani Bersikap Tegas Demi Bentuk Karakter Murid