TITIKTEMU.CO - Musibah banjir dan tanah longsor melanda Kota Sibolga, Sumatera Utara, sejak Senin (24/11/2025), membawa duka mendalam bagi warga. Berdasarkan data terbaru kepolisian, lima orang dipastikan meninggal dunia akibat serangkaian bencana tersebut.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa terdapat enam titik longsor besar yang memicu jatuhnya korban jiwa serta merusak sedikitnya 17 rumah. Selain itu, empat warga lainnya masih dilaporkan hilang.
“Bencana terbesar terjadi di enam titik longsor yang menyebabkan lima korban meninggal. Empat warga masih dalam pencarian,” ujar Ferry, Rabu (26/11/2025).
Baca Juga: Rokok Tetap Laris Meski Harga Naik: Dirjen Bea Cukai Ungkap CHT Mandek dan Produksi Tak Surut
Namun, ia menambahkan bahwa kronologi detail dan identitas para korban masih dalam proses pendataan karena situasi di lapangan cukup kompleks.
Bencana serupa juga terpantau terjadi di wilayah lain seperti Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Nias Selatan, dan Padang Sidempuan.
Baca Juga: Jeratan Proyek Hantu: Dua Petinggi PT PP Ditahan KPK dalam Skandal Vendor Fiktif Rp46,8 Miliar
Tim Evakuasi Bergerak 24 Jam
Ferry menegaskan bahwa setiap laporan dari masyarakat segera ditindaklanjuti.
Petugas gabungan di lapangan bekerja tanpa henti, siang dan malam, untuk mengevakuasi warga, membuka akses jalan, dan memastikan area berbahaya dapat segera ditangani.
“Fokus kami adalah keselamatan warga serta pembukaan akses vital yang tertutup,” tegasnya.
Sebaran Lokasi Terdampak dan Pendataan Korban
Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa banjir dan longsor berdampak pada beberapa kecamatan, yakni Sibolga Utara, Sibolga Selatan, Sambas, dan Sibolga Kota.