Namun, Bahlil menilai Menkeu salah membaca data tersebut. Ia mengatakan bahwa perbedaan persepsi bisa terjadi karena cara pembacaan data yang berbeda. Menanggapi hal itu, Purbaya menjelaskan bahwa ia hanya menyampaikan data dari stafnya dan membuka ruang evaluasi untuk menyesuaikan perhitungan yang benar.
Pada akhirnya, ia meyakini bahwa meski cara pembacaan data berbeda, hasil akhir perhitungannya akan tetap sama.***