TITIKTEMU.CO - Jalur aliran lahar dingin Gunung Semeru menuju Tanggul Sumbersari terputus akibat tertutup material pasir dan batu.
Jika aliran lahar tidak masuk ke tanggul, banjir lahar dingin dikhawatirkan meluber ke perkampungan di Sumbersari, Gumukmas, dan sekitarnya.
Upaya penyelamatan wilayah permukiman di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, terus dilakukan Tim SAR. Bersama Basarnas Lumajang.
Baca Juga: 1.116 Warga Mengungsi akibat Erupsi Semeru, BNPB Pastikan Layanan Darurat Tetap Siaga
Hingga kini, sejumlah alat berat dikerahkan ke Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, untuk melakukan penyodetan jalur lahar dingin.
Terputusnya jalur ini terjadi setelah endapan material erupsi menumpuk lebih tinggi daripada elevasi tanggul.
Dalam video laporan yang direkamnya, Kepala Desa Supiturang, Nurul Yakin Pribadi, menyebut jalur yang terhubung ke Tanggul Sumbersari tak lagi mampu menampung aliran lahar dingin dari Semeru.
“Lebih tinggi material daripada tanggulnya untuk sekarang,” ucap Nurul dalam video Sabtu 22 November 2025.
Dia menegaskan bahwa penyodetan harus dilakukan secepat mungkin demi mencegah luapan material vulkanik mengarah ke permukiman warga.
Baca Juga: Status Awas Belum Dicabut, Gunung Semeru Masih Keluarkan Erupsi dan Berpotensi Picu Lahar Dingin
Ancaman ke Permukiman Warga
Nurul mengungkapkan aliran lahar dingin seharusnya masuk ke Tanggul Sumbersari sebagai jalur penahan utama. Namun jika aliran tersebut keluar jalur, potensi bencana bisa meningkat drastis.
“Kalau melewati tanggul, arahnya ke perkampungan,” ujarnya.
Terdapat beberapa wilayah yang berpotensi terdampak langsung jika lahar dingin meluap, di antaranya perkampungan Sumbersari, Gumukmas, dan permukiman warga di sekitarnya.