Sebelumnya, saat prosesi pemberangkatan jenazah SISKS Pakubuwana XIII pada 5 November 2025 lalu, Tedjowulan menyinggung pentingnya kehati-hatian dalam menentukan penerus takhta.
Dia menilai penetapan raja bukan sekadar urusan simbolik, tetapi menyangkut kelangsungan adat dan marwah budaya Jawa.
“Walaupun sudah ada yang menyebut nama-nama calon penerus, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Keraton Surakarta. Semua harus melalui pembahasan panjang dan kesepakatan bersama,” ujar dia.***