nasional

Sarwo Edhie Wibowo, Pahlawan Nasional 2025: Komandan Elit yang Disingkirkan Soeharto

Senin, 10 November 2025 | 14:48 WIB
Sarwo Edhie Wibowo, Pahlawan Nasional 2025: Komandan Elit yang Disingkirkan Soeharto (Pepusnas.go.id)

TITIKTEMU.CO - Nama Jenderal Sarwo Edhie Wibowo kini resmi tercatat dalam deretan Pahlawan Nasional.

Presiden Prabowo Subianto telah menganugerahkan gelar itu kepadanya, bersama 9 tokoh lain  pada peringatan Hari Pahlawan Nasional, Senin 10 November 2025.

Mertua dari Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berperan besar dalam menumpas pemberontakan G30S PKI tahun 1965.

Baca Juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Pahlawan Nasional ke 10 Tokoh, Ini Daftar Lengkapnya  

Saat itu, Sarwo Edhie Wibowo merupakan pimpinan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), pasukan elit yang kelak bernama Kopassus.

Namun, di balik karier militernya yang gemilangnya, tokoh penting di masa peralihan kekuasaan 1965, menyimpan kisah getir karena  justru dijauhkan dari lingkar kekuasaan oleh Soeharto.

Berikut ini sekilas profil, perjalanan militer, dan sepak terjang jenderal bintang tiga yang juga ayah dari Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono) ini.

Baca Juga: Siapa Marsinah, Penerima Gelar Pahlawan Nasional Tahun 2025? Begini Kisahnya

Dari Tentara PETA hingga Komandan Pasukan Elit

Sarwo Edhie Wibowo lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 25 Juli 1925. Sejak muda, dia dikenal sebagai pribadi disiplin dan idealis.

Mengawali karier militer sebagai anggota Pembela Tanah Air (PETA) di masa pendudukan Jepang, Sarwo Edhie melanjutkan kariernya di Tentara Nasional Indonesia (TNI) pasa kemerdekaan.

Karena kemampuan militernya yang menonjol, Sarwo Edhie yang berpangkat Letnan Kolonel dipercaya menjadi Komandan Sekolah Para Komando di RPKAD).

Saat itu, RPKAD dikenal sebagai pasukan elit tempur terbaik Indonesia. Dua tahun kemudian, pada 1964, Sarwo diangkat menjadi Komandan RPKAD menggantikan Letkol Mung Parhadimuljo.

Penunjukannya sempat menuai penolakan dari sejumlah perwira, termasuk Mayor Benny Moerdani yang menganggap Sarwo Edhie masih terlalu baru di satuan tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini