Sarwo Edhie Wibowo, Pahlawan Nasional 2025: Komandan Elit yang Disingkirkan Soeharto

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Senin, 10 November 2025 | 14:48 WIB
Sarwo Edhie Wibowo, Pahlawan Nasional 2025: Komandan Elit yang Disingkirkan Soeharto (Pepusnas.go.id)
Sarwo Edhie Wibowo, Pahlawan Nasional 2025: Komandan Elit yang Disingkirkan Soeharto (Pepusnas.go.id)

Isu bahwa Sarwo Edhie berniat menggulingkan Soeharto sempat beredar luas, diduga disebarkan Ali Moertopo, tokoh intelijen kepercayaan Soeharto.

Bahkan menurut kesaksian istri Sarwo Edhie, Sunarti, suaminya dicurigai ambisius karena sempat mendahului Soeharto menemui Presiden Sukarno di Bogor pasca peristiwa 1965.

Bagi Soeharto yang sangat mempercayai wangsit dan hal-hal mistis, tindakan itu dianggap isyarat bahwa Sarwo Edhie memiliki potensi menjadi pesaing spiritual sekaligus politik.

Baca Juga: 100 Ucapan Hari Pahlawan 10 November 2025 untuk Media Sosial, Chekidot!

Dari Pangdam Hingga Duta Besar

Setelah peristiwa itu, karier Sarwo di TNI berangsur menurun. Pada 1967 dia menjabat Panglima Kodam Bukit Barisan di Medan, kemudian dimutasi ke Papua sebagai Pangdam Cendrawasih.

Di wilayah konflik itu, Sarwo sempat terlibat baku tembak dengan pasukan separatis OPM dan nyaris terbunuh.

Tahun 1970, dia dipromosikan menjadi Gubernur Akabri, sebuah posisi strategis di bidang pendidikan militer namun tidak memiliki pasukan tempur.

Setelah itu, Sarwo dikirim menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan dan kemudian diangkat sebagai Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri.

Pada akhir hayatnya, dia menjadi anggota DPR dari Partai Golkar, namun tetap tidak lagi memiliki pengaruh besar di dunia militer maupun politik. Sarwo Edhie wafat 9 November 1989 di usia 64 tahun.

Baca Juga: Misteri Tewasnya Jenderal Mallaby di Jembatan Merah, Siapa Penembaknya?

Warisan dan Pengakuan Negara

Sarwo Edhie Wibowo meninggalkan warisan besar bagi militer Indonesia. Disiplin, ketegasan, dan kepemimpinannya di masa sulit menjadi teladan bagi generasi penerus.

Dia juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi kejujuran dan kesetiaan terhadap negara, meski harus menanggung konsekuensi politik yang tidak ringan.

Dari garis keturunannya, nama besar Sarwo Edhie kembali mencuat ketika menantunya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terpilih sebagai Presiden RI pada 2004.  

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X