Alih-alih alergi kritik, ia justru membuka ruang dialog. Namun caranya yang lugas membuatnya mudah disalahpahami.
Ia disebut "keras", tapi faktanya ia transparan.
Kontroversial? Iya. Relevan? Sangat.
Gaya komunikasi Purbaya Yudhi Sadewa mungkin tidak nyaman bagi semua orang.
Tapi satu hal jelas: ia tidak sedang bermain aman. Ia memilih bicara apa adanya, mengambil risiko politik, dan tetap berdiri dengan datanya.
Di era saat pejabat publik sering dinilai jauh dari realitas rakyat, Purbaya—meski kontroversial—memberikan warna lain dalam komunikasi pemerintahan: tegas, terbuka, dan tidak banyak basa-basi.
Pada akhirnya, publik boleh menilai gaya bicaranya keras.
Namun efektivitas komunikasinya tetap ditentukan oleh satu hal: apakah masyarakat masih percaya? Dan hingga kini, jawabannya masih mengarah ke ya.***