nasional

Di Balik Gaya Bicara Penuh Ledakan Purbaya, Strategi Komunikasi Politik atau Bumerang Publik?

Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:30 WIB
Menyoroti gaya komunikasi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa yang kini dinilai meningkatkan kepercayaan publik. (Instagram.com/@purbayayudhi_official)

Ia mencontohkan bahwa meski sempat ada penurunan kepercayaan publik di periode Juli–September 2025 akibat gelombang demonstrasi, sentimen publik kembali bangkit setelah pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan tegas.

Dalam pandangannya, itulah bukti bahwa ketegasan bicara dan ketegasan kebijakan adalah kombinasi yang efektif menjaga dukungan rakyat.

Baca Juga: Alarm Bahaya dari Cak Imin: Jangan Nekat Kerja ke Kamboja, Banyak yang Pulang Tinggal Nama

Komunikasi Kasar atau Strategi Publik?

Sebagian pihak mungkin melihat gaya Purbaya terlalu keras.

Tapi bagi pendukungnya, cara bicara itulah yang menjadikannya otentik—tidak penuh basa-basi seperti politisi pada umumnya.

Ia selalu menekankan bahwa langkahnya selaras dengan arahan Presiden.

> “Saya bukan koboi. Saya menjalankan tugas Presiden untuk jaga kepercayaan publik,” ujarnya.

Baca Juga: Pengacara Bantah Grup WhatsApp Nadiem Makarim Terkait Proyek TIK dan Dugaan Korupsi

Ekonomi dan Kepercayaan Publik Berjalan Beriringan

Dalam banyak kesempatan, Purbaya menekankan bahwa ekonomi bukan sekadar angka, tapi urusan psikologi publik.

Ketika daya beli naik, kepercayaan rakyat ikut menguat, dan legitimasi pemerintah semakin kokoh.

Artinya, komunikasi publik bukan sekadar gaya—tapi bagian dari strategi ekonomi. Publik harus diyakinkan bahwa pemerintah tahu apa yang sedang dilakukan.

Pernah Tantang Publik: “Kritik Saya Habis-habisan”

Ketika pertama kali menjabat menggantikan Sri Mulyani pada September 2025, Purbaya membuat pernyataan mengejutkan: ia menantang publik untuk mengkritiknya habis-habisan jika ia tidak mampu bekerja dengan baik.

Halaman:

Tags

Terkini