Sekitar 100.000 pekerja migran Indonesia saat ini berada di Kamboja, sebagian besar bekerja di perusahaan digital, call center, atau bahkan perusahaan ilegal yang ternyata bergerak di bidang penipuan siber.
Baca Juga: Kembali ke Akar: Ketika Urban Farming Jadi Jalan Hidup Mandiri di Tengah Krisis Ekonomi
Jangan Berangkat Kalau Belum Paham Prosedur
Banyak korban berangkat tanpa informasi yang jelas. Mereka mendaftar lewat calo, bukan melalui jalur resmi.
Karena itu, Cak Imin kembali mengimbau:
Urus keberangkatan melalui migran center resmi di daerah
Periksa legalitas perusahaan sebelum menandatangani kontrak kerja
Hindari tawaran kerja kilat tanpa perjanjian tertulis
Laporkan agen gelap ke pihak berwenang
97 WNI Terjebak Kerusuhan, Pulang Tinggal Cerita Pahit
Baru-baru ini, 97 WNI terlibat kerusuhan di Kota Chrey Thum, Kamboja.
Kerusuhan itu dipicu upaya mereka melarikan diri dari perusahaan online scam yang telah memperbudak mereka. Akibatnya:
- 86 orang ditahan polisi Kamboja
- 11 orang dirawat di rumah sakit
- 4 orang diduga melakukan kekerasan sesama WNI
Suara tembakan terdengar saat kerusuhan, namun tak ada korban jiwa.
Saat ini, KBRI Phnom Penh turun tangan memberi bantuan makanan, sanitasi, serta pendampingan hukum untuk memulangkan mereka ke Indonesia.
Catatan Kemanusiaan: Jangan Biarkan Mimpi Jadi Perangkap