> “Bapak tetap punya wewenang. Wajibkan distributor pakai mobil sumbu dua. Kalau nggak mau, putus kontraknya,” tegasnya.
Selain itu, KDM menyinggung usia armada yang sudah uzur.
Banyak truk yang dipakai ternyata berumur 15–20 tahun, sehingga dinilai tidak layak untuk perjalanan jarak jauh dan mengangkut beban berat.
Baca Juga: Rp 20 Triliun untuk Reset BPJS Kesehatan: Pemerintah Lunasi Beban Tunggakan Peserta
Jalan Rusak, Pemerintah Rugi
Masalah ODOL bukan sekadar urusan teknis kendaraan. Dedi menilai dampaknya langsung pada uang negara yang digunakan memperbaiki jalan rusak.
> “Tiap tahun saya bangun jalan biar masyarakat menikmati, tapi yang paling untung justru perusahaan besar. Beban berat itu bikin jalan cepat rusak,” ujarnya.
Anggaran perbaikan jalan di Jawa Barat mencapai Rp4 triliun, namun Dedi menegaskan uang rakyat tidak boleh terbuang sia-sia hanya karena truk dengan beban berlebihan memaksa jalan cepat hancur.
Baca Juga: Polemik Dana APBD Mengendap di Bank: Purbaya Yudhi Sadewa dan Dedi Mulyadi Saling Klarifikasi
Ancam Turunkan SK Gubernur, Izin Air Tidak Diperpanjang
Masalah ini tidak berhenti di teguran saja. KDM menyatakan siap mengambil langkah administratif:
> “Saya akan terbitkan SK Gubernur. Semua mobil pengangkut wajib pakai sumbu dua. Kalau melanggar, ada sanksinya.”
Tak main-main, ia juga menyentuh jantung operasional Aqua: izin pengambilan air tanah.
> “Kalau kendaraan tidak diganti, izin pengambilan airnya tidak akan saya perpanjang,” tegasnya.
Dedi menambahkan bahwa syarat penggunaan armada sesuai aturan akan dicantumkan dalam perpanjangan izin berikutnya.