TITIKTEMU.CO - Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) yang saat ini baru beroperasi melayani rute Jakarta–Bandung kembali jadi sorotan publik.
Alasannya bukan lain karena pemerintah mewacanakan perpanjangan rute hingga Surabaya.
Jika terealisasi, perjalanan antarkota terpadat di Pulau Jawa bisa ditempuh sekitar 3 jam saja.
Tapi masalahnya satu: utang proyek KCJB saat ini sudah tembus Rp116 triliun.
Jadi, apakah realistis jika proyek ini benar-benar dilanjutkan sampai Surabaya?
Baca Juga: Mantan Kapolres Divonis 19 Tahun Penjara dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak
Pemerintah: Rencana Ada, Tapi Tidak Bisa Gegabah
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak menutup kemungkinan proyek kereta cepat diperluas.
Namun ia menegaskan bahwa keputusan ini tidak sederhana, ada banyak pertimbangan serius yang harus dihitung matang.
“Di satu sisi, konektivitas itu penting. Bayangkan Jakarta–Surabaya bisa dicapai 3 jam, ini dampaknya besar bagi ekonomi,” ujar AHY di Kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat (21 Oktober 2025).
AHY memberi gambaran ringan, “Kalau mahasiswa kuliah di Surabaya, bisa saja setiap hari PP sambil ngerjain tugas di perjalanan.”
Kedengarannya futuristik. Tapi realitas finansial tidak bisa diabaikan.
Baca Juga: Waktu Berjalan Lambat di Desa Sukomakmur, Tempat Indah yang Menenangkan
Masalah Utama: Anggaran dan Utang
AHY menegaskan bahwa keterbatasan anggaran negara adalah isu krusial.