Waktu Berjalan Lambat di Desa Sukomakmur, Tempat Indah yang Menenangkan

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:05 WIB
Waktu Berjalan Lambat di Desa Sukomakmur, Tempat Indah yang Menenangkan.   (explore_sukomakmur)
Waktu Berjalan Lambat di Desa Sukomakmur, Tempat Indah yang Menenangkan. (explore_sukomakmur)

TITIKTEMU.CO - Jauh dari hiruk-pikuk kota, ada sebuah desa kecil di Magelang yang menyimpan pesona alam luar biasa. Namanya Desa Sukomakmur.

Desa ini dikenal sebagai desa wisata Negeri Sayur karena hamparan ladang pertanian di kaki Gunung Sumbing. Pengunjung bisa merasakan kehidupan desa yang damai, udara sejuk pegunungan, dan keramahan warga.

Desa Sukomakmur terletak di Dusun Nampan, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lokasinya sekitar 24–28 kilometer dari pusat Kota Magelang, dengan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.

Baca Juga: Ini Alasan Purwokerto Cocok Jadi Kota Impian untuk Slow Living dan Menikmati Pensiun  

Meski harus melewati jalan menanjak dan berkelok, setiap tikungan menyajikan pemandangan alam yang menawan. Mulai dari sawah bertingkat hingga langit biru.

Setibanya di sana, suasana desa langsung menyambut dengan udara dingin dan tenang. Tak heran, banyak pengunjung yang menyebutnya sebagai tempat terbaik untuk menenangkan pikiran.

Udaranya bersih, langitnya jernih, udara sejuk khas pegunungan dengan pemandangan alam yang menawan dan meneduhkan.

Keindahan Alam yang Bikin Lupa Pulang

Tak hanya indah dipandang, Desa Sukomakmur juga menawarkan pengalaman hidup yang lebih lambat, tenang, juga damai.

Pengunjung bisa berjalan kaki melewati jalan setapak, melihat petani yang sedang bekerja di ladang, mendengar kicauan burung, dan merasakan semilir angin pegunungan.

Bagi pecinta fotografi, desa ini adalah surga. Hampir setiap sudutnya bisa menjadi latar foto yang menakjubkan.

Dari ladang sayur yang tersusun rapi hingga langit yang berubah warna saat matahari terbit, semuanya tampak seperti lukisan hidup.

Di pagi hari, pemandangan matahari yang muncul perlahan dari balik Gunung Sumbing benar-benar tak boleh dilewatkan.

Saat kabut mulai menipis dan sinar matahari pertama menyentuh hamparan hijau, suasananya terasa magis. Banyak wisatawan yang rela datang sejak subuh hanya untuk menangkap momen indah ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X