TITIKTEMU.CO - Kabar baik bagi jutaan peserta BPJS Kesehatan. Pemerintah berencana membebaskan masyarakat dari beban tunggakan iuran yang nilainya ditaksir mencapai puluhan triliun rupiah.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyebut kebijakan ini ditargetkan bisa mulai berlaku dalam waktu dekat.
Dengan pembebasan tersebut, peserta yang sempat menunggak tidak lagi terbebani utang, dan dapat kembali melanjutkan kepesertaan BPJS Kesehatan dari awal.
“Setelah tunggakan dilunasi pemerintah, peserta bisa memulai iuran baru. Jadi tidak dianggap utang lagi,” ujar Muhaimin dilansir dari Antara, Kamis 2 Oktobere 2025.
Beban Tunggakan BPJS Kesehatan
Sejak program BPJS Kesehatan diluncurkan, jutaan masyarakat Indonesia terbantu dalam mengakses layanan kesehatan yang lebih terjangkau. Namun, tidak sedikit peserta yang mengalami masalah iuran.
Akibatnya, tunggakan iuran peserta menumpuk hingga triliunan rupiah. Kondisi ini membuat kepesertaan nonaktif, sehingga masyarakat tidak bisa memanfaatkan layanan kesehatan saat membutuhkan.
Langkah pemerintah membebaskan tunggakan ini diharapkan menjadi solusi atas masalah, sekaligus memberikan harapan bagi mereka yang sempat berhenti membayar karena kesulitan ekonomi.
Baca Juga: Cara Cairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Resign, Panduan Online Lewat Lapak Asik
Bentuk Kehadiran Negara
Menurut Muhaimin, rencana pembebasan tunggakan bukan hanya soal administrasi keuangan, melainkan juga bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi rakyat kecil.
“Jangan sampai rakyat tidak bisa berobat hanya karena ada tunggakan lama. Setelah masalah ini selesai, kita dorong kesadaran baru agar peserta aktif membayar iuran tepat waktu,” jelasnya.
Dia menegaskan pembebasan tunggakan bukan berarti peserta lepas tanggung jawab. Namun, kebijakan ini sebagai kesempatan baru agar peserta berkontribusi dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).