TITIKTEMU.CO - Bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Bali sejak Rabu 10 September 2025 dini hari masih menyisakan duka.
Hingga Jumat pagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat sedikitnya 18 orang meninggal akibat banjir dan bencana ikutannya.
Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, mengungkapkan korban terbanyak Kota Denpasar dengan 12 orang.
Sementara itu, Kabupaten Gianyar mencatat tiga korban jiwa, Jembrana dua orang, dan Badung satu orang. Selain itu, masih ada dua orang yang hingga kini masuk dalam pencarian tim SAR gabungan.
Baca Juga: Update Banjir Bali: 15 Orang Meninggal, 562 Warga Mengungsi
163 Titik Masih Terendam Banjir
Data BPBD menunjukkan hingga hari ketiga pasca banjir, tercatat 163 titik masih terendam air. Kota Denpasar menjadi daerah dengan jumlah titik terbanyak yakni 81 lokasi.
Disusul kemudian Kabupaten Gianyar dengan 15 titik, Badung 12 titik, Tabanan 28 titik, Jembrana 23 titik, dan Karangasem empat titik.
Selain banjir, bencana ikutannya juga cukup banyak. Ada 64 titik tanah longsor, 35 titik pohon tumbang, dua jembatan putus, tiga ruas jalan rusak, serta 21 titik tembok jebol.
Tabanan menjadi wilayah paling terdampak tanah longsor dengan 43 titik, sekaligus daerah yang mengalami pohon tumbang terbanyak yaitu 17 titik.
Baca Juga: Kepala BNPB Suharyanto Tinjau Langsung Penanganan Banjir Bali dan Pimpin Rapat Koordinasi
Kerugian Ditaksir Rp28,9 Miliar
Banjir besar ini tak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan kerugian materi yang cukup besar. BPBD Bali memperkirakan total kerugian akibat kerusakan bangunan mencapai hampir Rp29 miliar.
Rinciannya, Kota Denpasar mengalami kerusakan paling parah dengan 474 unit los, kios, dan ruko di kawasan Jalan Sulawesi dan Pasar Kumbasari. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp25,5 miliar.