Kesuksesan ini mengantarkan Nadiem masuk dalam daftar pengusaha muda paling berpengaruh di Indonesia.
Baca Juga: Nadiem Makarim Dicegah ke Luar Negeri 6 Bulan Terkait Dugaan Korupsi Chromebook
Dari Startup ke Kursi Menteri
Langkah Nadiem tak berhenti di dunia bisnis. Pada 23 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Penunjukan ini sempat mengejutkan banyak pihak karena latar belakang Nadiem lebih lekat dengan dunia teknologi disbanding dunia pendidikan.
Namun, Jokowi menilai pendekatan baru dari kalangan muda dibutuhkan untuk reformasi pendidikan Indonesia. Maka, jadilah Nadiem menteri.
Dalam kabinet kedua Jokowi, Nadiem kembali mendapat kepercayaan. Dia dilantik sebagai Mendikbud Ristek pada 28 April 2021 menggantikan Bambang Brodjonegoro. Nadiem menjabat hingga Oktober 2024.
Salah satu program yang paling dikenal dari masa kepemimpinannya adalah Merdeka Belajar. Program ini memberi ruang lebih bebas bagi sekolah, guru, dan perguruan tinggi dalam mengelola proses pembelajaran.
Meski menuai pro dan kontra, namun langkah ini dianggap sebagai upaya modernisasi sistem pendidikan di era digital.
Baca Juga: Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Sesuai Aturan, Dikawal Kejagung dan Konsultasi ke KPPU
Latar Belakang dan Pendidikan
Nadiem lahir dari keluarga terpandang. Ayahnya, Nono Anwar Makarim, merupakan seorang pengacara sekaligus aktivis berdarah Minang-Arab.
Nadiem juga terbilang berlatar pendidikan yang cemerlang. Dia menempuh sekolah di Singapura dan New York sebelum melanjutkan kuliah di Brown University, Amerika Serikat.
Selepas sarjana, dia melanjutkan studi ke Harvard Business School dan lulus dengan gelar Master of Business Administration (MBA).
Setelah kembali ke Indonesia, Nadiem sempat bekerja sebagai konsultan manajemen. Pengalaman inilah yang kemudian membentuk pemikirannya sebelum akhirnya mendirikan Gojek.