TITIKTEMU.CO - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, akhirnya buka suara menanggapi tuduhan dari Amerika Serikat dan Israel yang menyebut negaranya tengah mengembangkan senjata nuklir.
Falam pernyataannya, Pezeshkian dengan tegas membantah klaim tersebut dan menyebut bahwa Iran tidak pernah memiliki niat untuk menciptakan senjata pemusnah massal.
Baca Juga: Dasco Imbau WNI di Wilayah Konflik Perang Israel-Iran Tetap Tenang, Evakuasi Dilakukan Bertahap
Iran Tegaskan Komitmen terhadap Penggunaan Nuklir untuk Tujuan Damai
Menurut Pezeshkian, program nuklir yang dikembangkan Iran murni untuk kepentingan sipil, seperti pembangkitan listrik dan penelitian ilmiah.
Iamenekankan bahwa prinsip Iran sejak lama adalah menjauhi senjata nuklir, sejalan dengan ajaran kemanusiaan dan kepercayaan mereka.
"Kami tidak berniat membuat senjata pemusnah massal. Prinsip kami tetap sama: perdamaian dan stabilitas kawasan adalah prioritas," tegas Pezeshkian dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Gejolak Global Guncang Kripto: Harga Bitcoin Terjun Bebas ke USD 101.000 Usai Serangan AS ke Iran
Tuduhan dari Barat Dinilai Sebagai Upaya Provokasi
Pezeshkian juga menyinggung bahwa tuduhan dari negara-negara barat, terutama Amerika Serikat dan Israel, merupakan upaya memprovokasi opini dunia terhadap Iran.
Ia menyebut bahwa narasi semacam ini kerap digunakan untuk menekan Iran secara politik dan ekonomi di forum internasional.
“Selalu ada motif politik di balik tuduhan-tuduhan seperti ini. Mereka ingin menciptakan tekanan internasional agar Iran tunduk,” ujarnya.
Iran Siap Buka Dialog dan Transparansi Internasional
Lebih lanjut, Presiden Pezeshkian menyatakan kesiapan Iran untuk berdialog dengan negara-negara lain dan membuka transparansi atas program nuklirnya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).