Tengok saja karya Moego Anugri (Dewi Gandari), Barlin Srikaton (Arjuna Wiwaha), Faisal Budiharso (Great Story of Roro Mendut), Benny Dimsiki (Panen Brambang), Budiati Tino Sidin (Pasar Kobis), dan Marsim dengan Pencuri Hati yang mengangkat cerita Jaka Tarub.
Dengan eksplorasi yang kreatif dan beragam dari para seniman, kita pun dapat menyaksikan karya-karya seni yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mengandung makna yang mendalam. Dan tetap memiliki konteks kekinian.***