KLHK: Pembakaran Sampah Ikut Picu Polusi Udara Jakarta. Citra Satelit Polusi Udara dari PLTU Adalah Hoaks

photo author
Tim TITIK TEMU 01, TitikTemu.co
- Jumat, 25 Agustus 2023 | 19:29 WIB
Polusi udara di ibu kota Jakarta (asiapacificreport.nz)
Polusi udara di ibu kota Jakarta (asiapacificreport.nz)

TITIKTEMU.CO, JAKARTA - Selama tiga bulan terakhir, sejumlah riset menyatakan setiap periode Juni--Agustus atau saat musim kemarau angin muson timur bertiup, risiko kualitas udara yang buruk lebih tinggi dari periode lain.
 
Berdasarkan data indeks standar pencemaran udara (ISPU) milik KLHK, sejak 2018 hingga 2023 menunjukkan rata-rata kualitas udara di Jakarta tidak sehat terutama pertengahan tahun.

Baca Juga: Sayembara Desain Batik Haji Indonesia Berhadiah 78 juta. Pendaftaran hingga 5 September 2023

Polusi udara ditambah musim kemarau menjadi momok bagi warga yang beraktivitas di Jakarta dan sekitarnya.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan banyak faktor penyebab polusi udara di Jakarta, baik alami maupun tidak alami.

Baca Juga: Ada JIFEST 2023 Yang Mulai Digelar Malam Ini Di Temanggung, Ini Agendanya
 
Faktor alami berupa musim, arah dan kecepatan angin, hingga lanskap kota Jakarta. Faktor alami ini susah untuk dikendalikan.
 
Adapun faktor tak alami berasal dari aktivitas manusia, seperti sektor transportasi, industri, kegiatan rumah tangga hingga pembakaran sampah.

Baca Juga: Taman Pintar Yogya Bisa Mengajarkan Cara Mengelola Sampah Gratis, Begini Caranya
 
"Berdasarkan inventarisasi emisi dari berbagai riset beberapa tahun terakhir, pembuangan emisi dari sektor transportasi memang menjadi penyebab utama polusi di Jakarta, disusul industri," ujar Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK Luckmi Purwandari, Kamis (17/8).

Luckmi menegaskan polusi udara yang terjadi di Jakarta bukan bersumber dari pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU berbahan bakar batu bara. Ia mengatakan citra satelit yang menggambarkan sumber polusi udara dari PLTU adalah hoaks.

Baca Juga: 7 Tempat Makan di Grobogan Paling Spektakuler, Rasanya Juara
 
Luckmi menilai ada pihak yang ingin mengambil keuntungan di tengah isu polusi udara yang saat ini sedang menyelimuti Jakarta. 

Hal senada disampaikan oleh pakar kebijakan publik Trubus Rahardiansyah yang mengatakan bahwa masalah pembakaran sampah menjadi salah satu penyebab polusi udara di Jakarta. Trubus pun meminta Pemprov DKI Jakarta serius mencegah aktivitas pembakaran sampah ini.

Baca Juga: Kisah Rahmat Yang Gagal Belajar ke Cina Malah Pergi Ke Amerika

"Pembakaran sampah juga berkontribusi polusi, sayang enggak ada penanganan juga ke tingkat RT RW, karena di kampung-kampung," kata Trubus kepada wartawan, Kamis (17/8).

Trubus meminta Pemprov DKI dan Pemda di sekitarnya mengedukasi masyarakat agar tak melakukan pembakaran sampah. Selain itu pengelola tempat pembuangan sampah juga harus dilarang membakar sampah.

Baca Juga: 7 Tempat Makan di Ngawi yang Bikin Termehek-mehek, Harga Murah Suasana Nyaman

"Sampah kebanyakan dibakar, musim kering dibakar, musim hujan didiamkan. Edukasi ke masyarakat dari Pemprov DKI terkait bahaya pembakaran sampah," ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X