Panji Petualang Temukan Karhutla di Berau Kaltim, Api Dekat Tiang Listrik hingga Air Warga Menipis

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:11 WIB
Menyoroti viralnya momen pecinta alam, Panji Petualang menemukan titik api karhutla di wilayah Berau, Kalimantan Timur. Begini ceritanya. (Instagram.com/@panjipetualang_real)
Menyoroti viralnya momen pecinta alam, Panji Petualang menemukan titik api karhutla di wilayah Berau, Kalimantan Timur. Begini ceritanya. (Instagram.com/@panjipetualang_real)

“Mau matikan api pakai apa? Kita enggak bawa alat juga, nyiram juga gimana? Warga juga enggak ada,” ungkapnya.

Ia kemudian kembali menunjukkan kobaran api yang semakin terlihat besar.

“Belum ada petugas yang datang, tapi sudah koordinasi. Apinya makin gede, tuh lihat ini enggak bisa dimatikan cuma disiram ember, mustahil. Enggak bisa ini,” imbuh Panji.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan lebih serius agar kebakaran tidak semakin meluas.

Baca Juga: Kisah Pilu Lansia Pekalongan Dicoret dari Bansos karena Terindikasi Judol, Padahal Tak Punya HP

Titik Api Berada Dekat Tiang Listrik dan Tower

Panji juga menyoroti lokasi kebakaran yang dinilainya cukup berisiko karena berada tidak jauh dari sejumlah infrastruktur.

Dalam keterangan unggahannya, ia menyebut terdapat tiang listrik dan tower di sekitar area yang terbakar.

“Ini cukup berbahaya, karena di sebelah kanan kita terdapat tiang listrik dan tower,” kata Panji.

Ia mengingatkan pentingnya penanganan segera untuk mencegah kobaran api meluas dan mendekati berbagai fasilitas yang berada di sekitar lokasi.

“Kita harus segera melakukan penanganan, sebelum api semakin meluas dan mendekati fasilitas di sekitar lokasi,” tambahnya.

Baca Juga: Boy Thohir Dorong Kerja Sama RI-China Diperluas ke Pendidikan, Cetak Talenta Muda Unggul

Warga Berjaga, Persediaan Air Mulai Menipis

Panji mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, proses penanganan karhutla di kawasan tersebut telah melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama masyarakat setempat.

Namun, kondisi warga yang ikut berjaga juga menjadi perhatian. Mereka disebut harus tetap siaga pada malam hari untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas atau berpindah ke area lain.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X