Uang tersebut bukan digunakan untuk sesuatu yang mewah. Beras, lauk, dan kebutuhan rumah tangga sehari-hari menjadi tujuan utama penggunaan bantuan.
Baca Juga: Kelok 23 Yogyakarta Segera Dibuka, Jalur Baru Ini Bikin Perjalanan ke Pantai Selatan Makin Seru
Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi seperti Darmi, nominal tersebut punya arti yang jauh lebih besar daripada sekadar angka di rekening.
Hidup dari Penghasilan yang Sangat Terbatas
Darmi tinggal bersama suaminya, Dayat, yang telah berusia 77 tahun, serta seorang anak perempuan yang mengalami gangguan kejiwaan.
Ketika bansos berhenti, keluarga ini harus bertahan dengan pekerjaan kecil dan bantuan dari orang-orang di sekitar mereka.
Baca Juga: Mau Liburan ke China? Mulai 15 September 2026, Satu Kebohongan Bisa Bikin Gagal Masuk
Darmi sendiri sehari-hari mengerjakan pekerjaan membersihkan atau memotong sisa benang jahitan. Upahnya hanya sekitar Rp3.000 per minggu.
Sementara itu, Dayat sudah tidak mampu bekerja seperti dahulu. Ketika kondisi fisiknya masih lebih kuat, ia biasa mencari kayu bakar untuk dijual.
Kini, pekerjaan tersebut tidak lagi bisa diandalkan.
Baca Juga: Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Targetkan Indonesia Mandiri Energi dan Setop Impor LPG
Bansos Bagi Mbah Darmi Bukan Sekadar Bantuan
Karena kondisi tersebut, kembalinya bansos memiliki arti penting bagi keluarga Darmi.
Bantuan pemerintah bukan sekadar tambahan uang belanja. Untuk keluarga yang penghasilannya sangat terbatas, dana tersebut bisa menjadi penyangga kebutuhan paling dasar: makanan dan kebutuhan rumah tangga.
Kasus Darmi juga memperlihatkan sisi lain dari penggunaan sistem dalam penyaluran bansos. Ketika sebuah data memunculkan indikasi tertentu, proses verifikasi dan sanggahan menjadi sangat penting agar bantuan tidak berhenti pada orang yang sebenarnya masih membutuhkan.
Kini Darmi tinggal menunggu satu tahap lagi: proses reaktivasi selesai dan bantuan kembali dapat dicairkan.
Artikel Terkait
Sapa Warga Nagekeo, Prabowo Tegaskan Pemerintah Terus Hadir Bantu Korban Bencana Flores
Mau Liburan ke China? Mulai 15 September 2026, Satu Kebohongan Bisa Bikin Gagal Masuk
SMKN 1 Takengon Minta Maaf Usai Siswa Viral Merokok dan Main Domino Saat Jam Sekolah
Kelok 23 Yogyakarta Segera Dibuka, Jalur Baru Ini Bikin Perjalanan ke Pantai Selatan Makin Seru
Cerita Fatur Korban Pengeroyokan di Pejompongan, Mengaku Ditarik Massa hingga Dipaksa Jadi Provokator
Subsidi TransJakarta Mau Dipangkas? DPRD DKI Bilang Jangan Asal Tebang, Rute Ini Harus Dipertahankan
Viral Pungli Rp1 Juta untuk Ambil Motor di Surabaya, Oknum Polisi Dikenai Sanksi Demosi