Negara Diminta Tidak Hanya Melihat Status Ekonomi
KPCDI menilai kemampuan seseorang membayar iuran tidak seharusnya dilihat hanya dari status ekonominya pada satu titik waktu. Penyakit kronis dapat membuat seseorang yang sebelumnya produktif tiba-tiba kehilangan pekerjaan, penghasilan, bahkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Baca Juga: Kenapa Orang yang Sering Marah Justru Bisa Lebih Sehat Mentalnya daripada yang Selalu Diam?
Karena itu, KPCDI meminta MK memberikan penafsiran konstitusional terhadap frasa “bantuan iuran” dalam sejumlah pasal UU BPJS yang mereka uji.
Mereka ingin pemerintah menanggung iuran peserta secara lebih luas, terutama ketika warga menghadapi kondisi yang membuat kemampuan ekonominya runtuh.
Bagi pasien cuci darah, persoalan ini bukan tentang siapa yang membayar tagihan bulanan semata. Di balik angka iuran ada terapi yang harus terus berjalan dan kehidupan yang bergantung pada keberlanjutan layanan kesehatan.
KPCDI pun mengingatkan negara agar jaminan kesehatan tidak berhenti hanya karena seseorang sudah tidak mampu membayar iuran mandiri. Bagi mereka, perlindungan kesehatan seharusnya tetap hadir justru ketika seorang warga berada dalam kondisi paling rentan.***
Artikel Terkait
Download EA Sports FC 27 PPSSPP: Update Terbaru, Fitur Menarik, dan Cara Memainkannya
Daftar Pemain dengan Rating Tertinggi di EA Sports FC 27: Mbappe dan Haaland Memimpin
Rating Thiago Alcantara di eFootball 2027, Kelebihan, dan Cara Mendapatkannya
Fitur Baru EA SPORTS FC 27 BETA Manager Career Mode yang Lebih Menarik dan Dinamis
Diceraikan Kaisar, Malah Menikah Lagi: Ini yang Bikin The Remarried Empress Sulit Dilewatkan
Lulusan Planologi, Jangan Lewatkan! Bappeda DKI Buka Lowongan Tenaga Ahli 2026
Rumah Sentul Bukan Domisili Febrie, Tapi Foto Keluarganya Ada di Sana: Hakim Pun Bertanya-tanya.