SBY Pernah Hentikan Ketegangan KPK vs Polri, Kini Abraham Samad Singgung Peran Prabowo di Kasus Febrie

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 23 Juli 2026 | 21:37 WIB
Abraham Samad ungkap peran SBY saat konflik KPK-Polri dan kaitannya dengan kasus Febrie Adriansyah. (Antara)
Abraham Samad ungkap peran SBY saat konflik KPK-Polri dan kaitannya dengan kasus Febrie Adriansyah. (Antara)

TITIKTEMU.CO-Pernah Terjadi Sebelumnya, Konflik Antarlembaga Tak Selalu Berakhir Buntu

Ketika dua institusi penegak hukum saling berhadapan, yang dipertaruhkan bukan hanya proses hukum, tetapi juga kepercayaan publik. Situasi seperti itu, menurut mantan Ketua KPK Abraham Samad, pernah dialami Indonesia lebih dari satu dekade lalu saat konflik "cicak versus buaya" memuncak.

Dalam sebuah diskusi di Kompas TV, Abraham mengingat kembali bagaimana Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memilih turun tangan untuk meredakan ketegangan antara KPK dan Polri. Baginya, langkah tersebut menjadi contoh bahwa Presiden dapat mengambil peran tanpa harus mencampuri proses hukum yang sedang berjalan.

Baca Juga: Profil Dita Fakhrana Terbaru 2026, Karir, Umur, Keluarga, Usia, Suami dan Kisah Kehidupan Pribadi

Telepon dari Istana yang Mengubah Arah Konflik

Abraham menceritakan bahwa saat hubungan KPK dan Polri memanas akibat penyidikan dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri, ia menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara ketika itu, Sudi Silalahi.

Pesan yang disampaikan sederhana tetapi penting. Abraham diajak menghadiri pertemuan di Istana agar konflik antarlembaga tidak semakin membesar dan memicu gesekan yang berkepanjangan.

Sebelum menyatakan kesediaannya, Abraham sempat memastikan siapa saja yang akan hadir. Ia kemudian mendapat informasi bahwa Kapolri Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief juga akan mengikuti rapat tersebut.

Baca Juga: Update ePatch V45.2 untuk eFootball PC: Tema Piala Dunia 2026 yang Wajib Dicoba!

Perdebatan Berjam-jam Dipimpin Langsung SBY

Pertemuan berlangsung sejak sekitar pukul 10.30 WIB dengan Presiden SBY memimpin rapat secara langsung. Menurut Abraham, diskusi berjalan sangat panjang dan penuh perbedaan pendapat.

Beberapa kali rapat harus berhenti sejenak karena Presiden masih harus menangani agenda kenegaraan lainnya. Meski begitu, pembahasan terus berlanjut hingga menjelang waktu maghrib.

Abraham bahkan mengingat jelas momen berakhirnya rapat karena suara azan mulai terdengar. Setelah perdebatan panjang, SBY akhirnya mengambil keputusan yang dianggap mampu meredakan konflik.

Baca Juga: Honor Rp5,25 Miliar Diserahkan ke Polisi, Langkah Dude Harlino Ini Bikin Publik Terkejut

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X