Logo HUT RI ke-81 Dipilih Rakyat, Tapi Cerita di Baliknya Jauh Lebih Menarik

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 29 Juni 2026 | 16:53 WIB
Logo HUT RI ke-81 resmi diumumkan.  (Dok. Kemensetneg)
Logo HUT RI ke-81 resmi diumumkan. (Dok. Kemensetneg)

Ketika Keberagaman Menjadi Kekuatan Visual

Selama ini keberagaman sering dibahas dalam pidato, slogan, atau kampanye nasional.

Namun logo karya Fajar mencoba mengubah gagasan itu menjadi bahasa visual yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Pesan utamanya cukup kuat: Indonesia tidak dibangun oleh keseragaman, melainkan oleh kemampuan berbagai kelompok untuk bergerak bersama.

Dalam konteks tersebut, rakyat ditempatkan sebagai fondasi utama yang menopang cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Baca Juga: Siapa Gek Diah Bali Viral: Apa yang Terjadi di Balik Video TikTok yang Menghebohkan?

Antusiasme Publik Jadi Sorotan

Menariknya, perhatian masyarakat terhadap pemilihan logo tahun ini tergolong tinggi.

Sebelum proses voting ditutup, pemerintah mencatat puluhan ribu warga telah ikut berpartisipasi. Angka tersebut terus bertambah hingga akhirnya mencapai lebih dari 68 ribu suara.

Partisipasi itu dianggap sebagai tanda bahwa masyarakat tidak melihat logo kemerdekaan hanya sebagai gambar formal tahunan.

Bagi banyak orang, simbol tersebut merepresentasikan identitas bangsa yang akan dilihat jutaan mata sepanjang peringatan kemerdekaan berlangsung.

Baca Juga: Logo HUT RI Kini Ditentukan Rakyat? Ini Cara Ikut Voting dan Hadiah yang Menanti

Dari Padang untuk Indonesia

Kemenangan Fajar Novario juga menjadi pengingat bahwa karya besar tidak selalu lahir dari kota-kota pusat industri kreatif.

Dari Padang, seorang desainer mampu menciptakan simbol yang kini akan digunakan secara nasional dan menjadi wajah resmi perayaan HUT RI ke-81.

Saat Agustus nanti tiba, masyarakat mungkin hanya melihat sebuah logo di berbagai sudut kota. Namun di balik bentuk dan garis-garisnya, tersimpan cerita tentang partisipasi publik, keberagaman budaya, dan semangat kolektif yang menjadi denyut utama Indonesia.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Kemensetneg

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X