Pada suatu kesempatan, Latif sempat berhasil melarikan diri dan pulang ke rumah. Namun rasa takut membuat keluarga mengambil keputusan yang tidak mudah.
Mereka khawatir masalah akan menjadi lebih besar jika Latif tidak kembali menemui pihak yang menuduhnya. Akhirnya korban kembali mendatangi lokasi tersebut.
Keputusan itu justru membuat situasi semakin rumit.
Setelah kembali, Latif diduga kembali mengalami penyekapan. Ia bahkan disebut pernah dikurung di area lift kantor dan kembali menerima perlakuan kasar.
Dalam salah satu momen yang paling menyentuh, Latif sempat melakukan panggilan video kepada keluarganya menggunakan ponsel milik orang lain.
Saat itulah ibunya melihat langsung kondisi anaknya yang sudah jauh berbeda.
Mata yang membengkak, wajah penuh luka, serta gigi yang terlihat hilang menjadi bukti betapa berat tekanan yang dialami korban selama dua hari tersebut.
Melihat kondisi itu, keluarga akhirnya memutuskan mencari bantuan hukum dan melapor ke pihak kepolisian.
Laporan yang dibuat tidak hanya terkait dugaan penyekapan, tetapi juga dugaan perampasan barang milik keluarga.
Baca Juga: Stop Tanya Dapat Nilai Berapa? — Ini Pertanyaan yang Lebih Penting untuk Anak
Respons aparat berlangsung cepat. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan melakukan tindakan yang membuat korban akhirnya bisa keluar dari tempat tersebut.
Meski demikian, drama belum berakhir. Saat proses pembebasan berlangsung, sempat muncul upaya untuk menahan korban dengan alasan kasus dugaan pencurian masih perlu dibicarakan lebih lanjut.
Namun pihak keluarga menolak karena fokus utama saat itu adalah keselamatan korban.
Hingga kini penyidik masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri siapa saja yang diduga terlibat dalam aksi penyekapan dan penganiayaan.
Artikel Terkait
Cara Mudah Mengisi Identitas Anak di MyASN: Panduan Lengkap untuk ASN
Stop Tanya "Dapat Nilai Berapa?" — Ini Pertanyaan yang Lebih Penting untuk Anak
Emas Naik Terus — tapi Apakah Itu Berarti Kamu Harus Beli Sekarang?
Kota dengan Biaya Hidup Paling Rendah tapi Fasilitas Tetap Lengkap, Cocok untuk Remote Worker
Amanda Manopo Tak Lagi Diam, Beri Deadline 7 Hari untuk Penyebar Fitnah: Apa yang Terjadi Setelahnya?
Slow Living Bukan Tren — Ini Kota yang Sudah Lama Menjalaninya
Agent Kim Reactivated, Drama Korea yang Membuktikan Ayah Biasa Bisa Jadi Senjata Paling Berbahaya