TITIKTEMU.CO-Tak semua badai datang dengan suara keras. Kadang, ia muncul setelah aksi selesai, ketika sorotan kamera mulai padam dan kerumunan perlahan membubar. Itulah yang kini terjadi di Universitas Bung Karno (UBK), setelah pengakuan seorang ketua organisasi mahasiswa memicu gelombang reaksi dari berbagai pihak.
Muhammad Abdimaludin, Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, akhirnya angkat bicara mengenai polemik penerimaan uang Rp20 juta yang mencuat usai aksi demonstrasi mahasiswa pada pertengahan Juni 2026. Dalam pernyataannya, ia tidak berusaha menghindar ataupun membantah. Sebaliknya, ia memilih mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Permohonan maaf itu ditujukan bukan hanya kepada mahasiswa, tetapi juga kepada pimpinan kampus, civitas akademika, rekan aktivis, hingga masyarakat luas yang merasa kecewa atas peristiwa tersebut.
Abdi mengakui bahwa kasus ini menjadi pukulan sekaligus pelajaran besar dalam perjalanan organisasinya. Ia menyebut kesalahan yang terjadi akan dijadikan bahan refleksi agar ke depan dapat menjalankan amanah dengan lebih hati-hati dan bertanggung jawab.
Namun yang menarik, di tengah sorotan publik terhadap dirinya, Abdi menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti hanya karena satu persoalan yang menimpa individu tertentu.
Menurutnya, berbagai tuntutan yang selama ini diperjuangkan mahasiswa tetap relevan dan harus terus dikawal. Mulai dari evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), transparansi kebijakan publik, hingga berbagai isu yang dianggap berkaitan langsung dengan kepentingan rakyat.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah terpecah oleh berbagai opini dan narasi yang berkembang setelah kasus tersebut mencuat. Baginya, menjaga persatuan gerakan mahasiswa jauh lebih penting dibanding terjebak dalam konflik internal yang berkepanjangan.
Meski demikian, satu pertanyaan besar masih menggantung di benak publik: bagaimana nasib uang Rp20 juta tersebut?
Baca Juga: Juli 2026 Bakal Gelap dan Bikin Nagih! 4 Drama Korea Baru yang Siap Menguras Emosi
Saat ditanya mengenai kemungkinan pengembalian dana, Abdi belum memberikan jawaban pasti. Ia mengaku masih ingin menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mengambil langkah lanjutan terkait persoalan tersebut.
Di sisi lain, pihak kampus memilih bergerak cepat. Rektorat UBK memastikan akan melakukan pemeriksaan terhadap Abdi dan sejumlah mahasiswa lain yang diduga ikut menerima aliran dana tersebut.
Setidaknya ada beberapa nama yang disebut dalam proses klarifikasi internal kampus. Mereka berasal dari unsur pengurus BEM Fakultas Hukum maupun Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang terlibat dalam persiapan aksi demonstrasi.
Baca Juga: Bahaya Dry Rot pada Ban Motor Berambut Tebal: Kenali Tanda dan Cara Pencegahannya
Artikel Terkait
Bahaya Jalan Rusak bagi Motor Listrik: 5 Alasan Mengapa Baterai Anda Terancam
Yamaha Fascino 125 Fi Hybrid: Skutik Klasik Modern dengan Efisiensi Bahan Bakar Tertinggi
Apa itu Teknologi V2G? Mobil Listrik Jadi Aset Energi Bernilai Tinggi untuk Masa Depan
Kupas Tuntas Fitur CFMoto 450SR: Sportbike Agresif dengan Performa Mesin Memukau dan Desain Futuristik
Jeep Compass 2027: SUV Elektrifikasi Masa Depan dengan Platform STLA Medium
Saya Berhenti Pakai To-Do List Selama 30 Hari — Hasilnya Ternyata Tidak Seperti yang Saya Bayangkan