Baliho Ulang Tahun Jokowi Bikin Gerindra Solo Meradang, Respons Wali Kota Justru Tak Terduga

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Rabu, 24 Juni 2026 | 09:58 WIB
Ilustrasi Baliho ulang tahun Jokowi di Solo memicu kritik Gerindra. (Desain AI)
Ilustrasi Baliho ulang tahun Jokowi di Solo memicu kritik Gerindra. (Desain AI)

Situasi itu membuat kritik dari internal partai terasa lebih sensitif dibandingkan jika datang dari pihak luar.

Baca Juga: Keutamaan 10 Muharram atau Hari Asyura: Amalan Sunnah, Hikmah, dan Keistimewaannya bagi Umat Islam

Jawaban Respati yang Langsung Jadi Sorotan

Di tengah kritik yang berkembang, Respati Ardi memilih merespons dengan cara yang cukup santai.

Ia menyebut pemasangan baliho tersebut semata-mata sebagai bentuk apresiasi. Bahkan ketika ditanya mengenai kekecewaan dari Ketua DPC Gerindra Solo, Respati beberapa kali mengucapkan kalimat yang sama.

"Siap salah."

Jawaban singkat itu langsung menarik perhatian publik karena terdengar sederhana, tetapi sekaligus menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin memperpanjang polemik.

Baca Juga: UU Polri Baru Resmi Disahkan: Polisi Bisa Duduki Jabatan Sipil, Usia Pensiun Diperpanjang—Apa Dampaknya?

Solo dan Efek Magnet Bernama Jokowi

Respati juga memiliki alasan lain mengapa ulang tahun Jokowi dianggap layak mendapat perhatian.

Menurutnya, momen ulang tahun mantan presiden tersebut membawa dampak ekonomi bagi Kota Solo. Banyak warga dari berbagai daerah datang untuk memberikan ucapan secara langsung maupun mengirimkan karangan bunga.

Fenomena itu secara tidak langsung menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari pelaku usaha bunga hingga sektor pendukung lainnya.

Dari sudut pandang pemerintah daerah, kehadiran orang-orang yang datang ke Solo tentu dianggap sebagai keuntungan tersendiri bagi kota.

Baca Juga: D3 Semua Jurusan Bisa Daftar! Komnas Perempuan Buka Rekrutmen yang Jarang Dilirik Pencari Kerja

Ketika Simbol Kecil Memunculkan Pertanyaan Besar

Kasus baliho ulang tahun Jokowi ini menunjukkan bahwa dalam dunia politik, simbol sekecil apa pun bisa memunculkan diskusi yang luas.

Sebuah ucapan selamat yang awalnya terlihat sederhana berubah menjadi perdebatan mengenai loyalitas, etika politik, dan perlakuan yang dianggap setara terhadap tokoh nasional.

Di sisi lain, polemik ini juga memperlihatkan betapa kuatnya pengaruh Jokowi di Solo. Bahkan setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden, setiap hal yang berkaitan dengannya masih mampu menarik perhatian publik dan memicu perbincangan hingga tingkat partai politik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X