Viral Pengakuan Ketua BEM FH UBK Soal Dugaan Penerimaan Uang saat Demo, Ini Kronologi Lengkapnya

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 23 Juni 2026 | 23:59 WIB
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti isu aksi berbayar yang diduga melibatkan massa mahasiswa FH UBK di Jakarta hingga mediasi tertutup dengan Wapres Gibran. (Instagram.com/@undercover.id)

TITIKTEMU.CO - Media sosial tengah diramaikan dengan beredarnya video pengakuan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (FH UBK), Muhammad Abdimaludin, yang diduga menerima sejumlah uang dalam rangkaian aksi demonstrasi di Jakarta.

Pengakuan tersebut dikaitkan dengan aksi mahasiswa bertajuk “Tata Ulang Indonesia” yang digelar pada 15 Juni 2026 di kawasan ibu kota.

Dalam sebuah unggahan akun Instagram @undercover.id pada Selasa, 23 Juni 2026, Abdimaludin atau Abdi menyampaikan pernyataan klarifikasi di hadapan civitas akademika UBK terkait isu yang tengah viral tersebut.

Ia mengakui adanya penerimaan uang dan menyebut hal itu berkaitan dengan upaya pengondisian massa agar tidak melanjutkan aksi ke kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.

Baca Juga: Viral Pengakuan Ketua BEM FH UBK Soal Dugaan Penerimaan Uang saat Demo, Ini Kronologi Lengkapnya

“Terkait persoalan yang menjadi objek pembicaraan, terkait uang itu, saya memang menerima,” ungkap Abdi dalam video tersebut.

Pengakuan Soal Pembagian Uang

Dalam forum klarifikasi yang disebut berlangsung pada 22 Juni 2026 malam, Abdi menjelaskan bahwa terdapat sejumlah nominal yang didistribusikan kepada beberapa pihak di lingkungan mahasiswa UBK.

Ia menyebut adanya pembagian dana, di antaranya Rp2,5 juta untuk dua alumni, Rp2 juta untuk wakilnya, serta sejumlah dana lain untuk pengurus BEM fakultas.

Meski tidak merinci total keseluruhan, ia menyebut dana yang diterima hanya sebagian dari nilai yang dijanjikan sebelumnya.

Menurut pengakuannya, uang tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun dibagikan kepada sejumlah pengurus organisasi mahasiswa.

Baca Juga: 100 Titik SPPG di Cilacap Diduga Fiktif Terungkap, Pemkab Ambil Langkah Penutupan Pendaftaran

Dugaan Keterlibatan Oknum dan Mediasi dengan Wapres

Abdi juga menyampaikan bahwa uang tersebut diberikan melalui perantara yang disebut memiliki keterkaitan dengan pihak kepolisian, yang dikenalnya melalui seorang alumni.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X