TITIKTEMU.CO-Langit Indonesia akan menghadirkan tontonan istimewa pada Minggu malam, 31 Mei 2026. Fenomena astronomi yang dikenal sebagai Blue Moon diperkirakan akan menghiasi cakrawala dan menjadi salah satu peristiwa langit paling menarik tahun ini.
Meski namanya terdengar unik, Blue Moon bukan berarti Bulan akan berubah warna menjadi biru. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender. Karena kemunculannya relatif jarang, fenomena ini selalu menarik perhatian para pecinta astronomi maupun masyarakat umum.
Pada Mei 2026, bulan purnama pertama terjadi pada tanggal 1 Mei. Kemudian, purnama kedua kembali muncul tepat pada 31 Mei. Inilah yang membuat purnama kali ini mendapatkan predikat Blue Moon.
Baca Juga: Indonesia Berduka: Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Jejak Pengabdiannya Kembali Dikenan
Fenomena tersebut termasuk peristiwa langit yang tidak datang setiap tahun. Dalam siklus astronomi, Blue Moon rata-rata hanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali. Tak heran jika banyak orang memanfaatkan momen ini untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus mengabadikannya melalui kamera.
Menurut informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), puncak fase purnama Blue Moon sebenarnya terjadi pada sore hari. Waktu puncaknya berlangsung pukul 15.45 WIB, 16.45 WITA, dan 17.45 WIT.
Namun, karena posisi Bulan belum optimal untuk diamati pada waktu tersebut, masyarakat disarankan menunggu hingga malam hari. Saat Matahari terbenam dan Bulan mulai muncul di ufuk timur, pemandangan akan terlihat jauh lebih indah dan mudah dinikmati dengan mata telanjang.
Baca Juga: BRI Peduli Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Umat Buddha dalam Perayaan Waisak 2026
Kabar baiknya, fenomena ini tidak memerlukan teleskop atau alat astronomi khusus. Selama kondisi cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan tebal, siapa pun dapat menyaksikannya langsung dari halaman rumah, area terbuka, maupun lokasi dengan pandangan langit yang luas.
Ada satu daya tarik tambahan yang membuat Blue Moon tahun ini semakin spesial. Pada malam yang sama, Bulan akan tampak berdekatan dengan Antares, salah satu bintang paling terang di langit malam.
Antares dikenal sebagai bintang merah raksasa yang berada di konstelasi Scorpio. Dalam dunia astronomi, bintang ini sering dijuluki sebagai "jantung Scorpio" karena posisinya yang mencolok dan cahaya kemerahannya yang khas. Kedekatan visual antara Blue Moon dan Antares akan menciptakan panorama langit yang memukau bagi para pengamat.
Meski disebut Blue Moon, warna Bulan tetap terlihat putih kekuningan seperti biasanya. Nama tersebut hanyalah istilah astronomi yang menggambarkan frekuensi kemunculan purnama tambahan dalam satu bulan kalender.
Dari istilah inilah lahir ungkapan populer dalam bahasa Inggris, "once in a blue moon", yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang sangat jarang terjadi.
Artikel Terkait
Rupiah Nyaris Rp18.000 per Dolar AS, Haruskah Masyarakat Panik? Ini Penjelasan yang Jarang Dibahas
Polemik Film "Pesta Babi" Makin Panas: Antara Hak Publik Mengetahui Papua dan Hak Individu atas Privasi
Senyum yang Menyakitkan: Toxic Positivity di Balik Obrolan Lebaran dan Reuni Keluarga
"Cukup" Adalah Kata Paling Revolusioner di 2026 — Kenapa Orang Indonesia Susah Mengucapkannya?
Mau Resign Tahun Ini? Ini Penghasilan Sampingan Ideal yang Perlu Kamu Punya Agar Tidak Panik di Tengah Jalan