Banyak pakar pendidikan anak usia dini menekankan bahwa kesiapan membaca tidak hanya soal mengenal alfabet.
Ada banyak keterampilan dasar yang perlu berkembang terlebih dahulu.
Misalnya kemampuan mendengar suara dengan baik.
Kemampuan berbicara dan memahami instruksi.
Kemampuan fokus dalam beberapa menit.
Baca Juga: Strawberry Parenting Versi Indonesia: Bukan Memanjakan, Tapi Cara Baru Mendidik Anak Lebih Kuat
Serta kemampuan mengingat informasi sederhana.
Jika fondasi ini berkembang dengan baik, proses membaca biasanya akan mengikuti secara bertahap.
Karena itu, usia bukan satu-satunya patokan dalam menilai kesiapan membaca.
Baca Juga: 9,5 Juta Orang Turun Kelas dalam 5 Tahun, Apakah Kamu Diam-Diam Sedang Mengalaminya?
Ada anak yang lancar membaca pada usia empat tahun.
Ada pula yang baru menunjukkan kemajuan pesat setelah masuk sekolah dasar.
Keduanya bisa sama-sama berkembang secara normal.
Yang sering membuat orang tua stres justru budaya membandingkan.
Artikel Terkait
Digital Parenting 2026: Cara Cerdas Mendidik Anak Aman di Era Gadget & AI Tanpa Overprotective
Strawberry Parenting Versi Indonesia: Bukan Memanjakan, Tapi Cara Baru Mendidik Anak Lebih Kuat
Parenting Tanpa Panggung: Kenapa Orang Tua Kini Stop Posting Anak di Medsos?
Saat Nenek dan Kakek Ikut Mengasuh: Cara Damai Hadapi Beda Parenting Tanpa Ribut
Terjebak Tren Gentle Parenting dan Isme Lainnya? Ini Alasan Label Gaya Asuh Justru Merusak Ibu dan Anak
Tren Wearable Anak 2026: Alat Bantu Pantau Kesehatan Buah Hati atau Sekadar Gengsi Parenting?
Grup WhatsApp Parenting: Sumber Dukungan atau Sumber Stres Baru?