Pasar pun kini condong ke satu kesimpulan: sudah waktunya BI bergerak.
Baca Juga: Update Kode Redeem Sailor Piece Mei 2026 dengan Hadiah Gems, Cash atau Money
APBN Membaik, Tapi Belum Bisa Berpuas Diri
Di luar isu suku bunga, pelaku pasar juga melirik kondisi keuangan negara. Kementerian Keuangan melaporkan bahwa defisit APBN per akhir April 2026 berada di angka Rp164,4 triliun, atau setara 0,64% dari PDB.
RAngka ini membaik dibanding Maret 2026 yang defisitnya mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% PDB.
Perbaikan ini terutama didorong oleh penerimaan pajak yang masih tumbuh dua digit—sinyal bahwa sektor produktif ekonomi belum sepenuhnya loyo.
Meski begitu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan agar tidak terlalu cepat bersuka cita.
"Ini belum nari-nari," ujarnya dalam konferensi APBN Kita, Selasa kemarin—sebuah ungkapan yang merangkum situasi dengan tepat: ada perbaikan, tapi perjalanan masih panjang.
Semua mata kini tertuju ke satu titik: pengumuman BI Rate siang ini. Apapun keputusannya, pasar sudah bersiap—dan rupiah sedang menahan napas.***
Artikel Terkait
Jangan Nekat Overstay di Arab Saudi! Ini Sanksi Keras yang Menanti Jemaah Haji 2026
Dividen Jumbo, Rights Issue, hingga Xpeng Masuk: Pekan Ini Pasar Saham Indonesia Penuh Kejutan
Struk Selamatkan Nama Baik: Kisah Turis Malaysia yang Hampir Jadi Korban Viral Sepihak di Jakarta
Adaro Group Buka Loker Mei 2026: dari Lulusan SMA sampai S1 Semua Ada Peluangnya
Bukan Sekadar Berdiri di Padang Pasir — Inilah yang Sebenarnya Terjadi Saat Wukuf di Arafah
Dewan Pers Kecam Penangkapan Tiga Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel di Perairan Internasional
Punya Usaha Kecil? Pemerintah Tanggung Penuh Biaya Sertifikasi Halalmu di 2026 — Ini Caranya