Panduan Jemaah Haji di Pesawat: Hal yang Boleh, Dilarang, dan Wajib Diperhatikan Sebelum Tiba di Tanah Suci

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 24 April 2026 | 17:28 WIB
Ilustrasi Panduan jemaah haji selama penerbangan (Pinterest)
Ilustrasi Panduan jemaah haji selama penerbangan (Pinterest)

Gunakan air secukupnya, jaga kebersihan, dan pastikan lantai tidak basah.

Lantai yang licin bisa membahayakan jemaah lain maupun awak kabin.

Untuk bersuci, dalam kondisi tertentu jemaah diperbolehkan melakukan tayamum sebelum salat. Ini penting dipahami agar ibadah tetap bisa dilakukan tanpa menimbulkan risiko di dalam pesawat.

Selain itu, jemaah sebaiknya menyimak bimbingan ibadah yang diberikan selama penerbangan.

Jika merasa pusing, sesak, mual, atau mengalami keluhan fisik lain, segera laporkan kepada petugas kesehatan agar cepat ditangani.

Baca Juga: Kemenangan Besar Jusuf Hamka: Gugatan Lawan Hary Tanoe Dikabulkan, Ganti Rugi Ratusan Miliar

Hal yang Dilarang di Dalam Pesawat

Ada beberapa larangan yang wajib dipatuhi. Jemaah tidak boleh membuat kegaduhan, berbicara terlalu keras, bergerombol di lorong, atau berjalan-jalan tanpa kebutuhan mendesak. Kabin pesawat adalah ruang terbatas, sehingga ketertiban sangat penting.

Merokok juga dilarang keras, termasuk rokok elektrik atau vape. Larangan ini berlaku di seluruh area pesawat, termasuk toilet. Pelanggaran aturan ini bisa berdampak serius pada keselamatan penerbangan.

Penggunaan ponsel juga harus mengikuti aturan. Jemaah wajib mengaktifkan mode pesawat dan tidak menggunakan perangkat komunikasi yang bisa mengganggu sistem penerbangan.

Hal lain yang perlu dihindari adalah membasahi lantai ketika wudhu atau memakai toilet. Selain mengganggu kebersihan, air yang tercecer dapat menyebabkan penumpang terpeleset.

Jemaah juga tidak boleh bercanda berlebihan, apalagi menyebut hal sensitif seperti bom atau ancaman keselamatan.

Candaan seperti ini bisa memicu kepanikan dan berurusan dengan prosedur keamanan.

Pada akhirnya, penerbangan haji adalah awal dari perjalanan suci yang perlu dijalani dengan tertib dan penuh kesadaran.

Dengan mematuhi aturan, jemaah tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan khusyuk bagi semua calon tamu Allah.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: himpuh

Tags

Rekomendasi

Terkini

X