TITIKTEMU.CO - Perjalanan menuju Tanah Suci bukan hanya soal berpindah dari Indonesia ke Arab Saudi. Bagi jemaah haji, penerbangan panjang selama sekitar 9 hingga 10 jam adalah bagian penting dari proses ibadah.
Di fase ini, jemaah perlu menjaga fisik, menata hati, sekaligus memahami aturan keselamatan selama berada di dalam pesawat.
Berdasarkan panduan manasik haji dan umrah, ada sejumlah hal yang dianjurkan dan dilarang selama penerbangan.
Aturan ini dibuat bukan untuk membatasi, melainkan agar perjalanan berlangsung tertib, aman, nyaman, dan tetap bernilai ibadah.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Bangkit Lagi! Harapan Damai AS-Iran Jadi Angin Segar untuk Pasar
Hal yang Dianjurkan Selama Penerbangan
Pertama, jemaah diminta mengikuti arahan awak kabin dan petugas kloter. Instruksi seperti duduk sesuai kursi, memakai sabuk pengaman, serta menyimpan barang di tempat yang benar perlu dipatuhi sejak awal.
Dalam penerbangan panjang, hal kecil seperti tas yang tidak rapi bisa mengganggu keselamatan.
Kedua, jemaah dianjurkan menjaga ketenangan di kabin.
Duduk dengan tertib, tidak berjalan tanpa keperluan, dan tidak membuat kerumunan akan membantu suasana tetap nyaman bagi semua penumpang, terutama jemaah lansia.
Dari sisi ibadah, waktu di pesawat bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak zikir, doa, membaca Al-Qur’an, atau merenungkan niat perjalanan.
Baca Juga: Kasus Kuota Haji 2023–2024 Memanas: Khalid Basalamah Kembalikan Rp8,4 Miliar ke KPK
Momen ini dapat menjadi ruang persiapan batin sebelum memasuki Tanah Suci.
Jemaah juga perlu menggunakan toilet pesawat dengan bijak.