Hujan Meteor Lyrids 2026 Tiba! Ini Waktu Terbaik dan Cara Menikmati Bintang Jatuh dari Indonesia

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 24 April 2026 | 11:25 WIB
Ilustrasi Hujan meteor Lyrids 2026 (Pinterest @sahrul_ddv)
Ilustrasi Hujan meteor Lyrids 2026 (Pinterest @sahrul_ddv)

Bagi kamu yang ingin menyaksikan keindahan ini, kabar baiknya: hujan meteor Lyrids 2026 bisa diamati langsung dari Indonesia.

Waktu terbaik untuk melihatnya adalah pada dini hari tanggal 23 April 2026, khususnya setelah tengah malam hingga menjelang matahari terbit.

Pada rentang waktu ini, langit cenderung lebih gelap sehingga meteor akan terlihat lebih jelas.

Sebagai gambaran, sebelum pukul 05.30–06.00 pagi adalah waktu ideal karena cahaya Matahari belum mengganggu pengamatan.

Baca Juga: Kasus Lama Meledak Lagi: Hary Tanoe dan MNC Asia Holding Dihukum Bayar Rp 531 Miliar ke CMNP

Di Mana Harus Melihat?

Meskipun Lyrids tampak berasal dari rasi bintang Lyra di langit utara, meteor sebenarnya bisa muncul di berbagai arah. Artinya, kamu tidak perlu terpaku pada satu titik saja.

Yang lebih penting adalah memilih lokasi yang tepat, seperti:

  • Jauh dari polusi cahaya kota
  • Area terbuka seperti perbukitan atau pantai
  • Langit yang cerah tanpa awan

Dengan kondisi tersebut, peluang melihat meteor akan jauh lebih besar.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Bangkit Lagi! Harapan Damai AS-Iran Jadi Angin Segar untuk Pasar

Tips Menikmati Hujan Meteor dengan Maksimal

Agar pengalaman melihat hujan meteor semakin berkesan, ada beberapa hal sederhana yang bisa kamu lakukan:

  • Beri waktu sekitar 20–30 menit agar mata beradaptasi dengan kegelapan
  • Hindari melihat layar ponsel terlalu sering
  • Gunakan alas duduk atau berbaring agar lebih nyaman
  • Ajak teman atau keluarga untuk berbagi momen

Menariknya, kamu tidak memerlukan alat khusus seperti teleskop. Justru dengan mata telanjang, kamu bisa menikmati pandangan langit yang lebih luas.

Lebih dari Sekadar Fenomena

Hujan meteor bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga pengalaman yang mengingatkan kita betapa luasnya semesta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: BRIN

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X