TITIKTEMU.CO - Film terbaru garapan Joko Anwar, Ghost in The Cell, bakal tayang di 86 negara. Kepastian ini diperoleh bahkan sebelum resmi dirilis di Indonesia pada 16 April 2026.
Pencapaian ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah perfilman Indonesia, mengingat jarang ada film lokal yang berhasil menembus pasar global dalam skala sebesar ini.
Kepercayaan diri Joko Anwar pun bukan tanpa alasan. Film ini disebut memiliki daya tarik universal yang mampu menjangkau penonton lintas negara.
Baca Juga: Ready or Not 2: Here I Come Tayang! Teror Baru Lebih Sadis dan Penuh Intrik
Cerita Lokal dengan Isu Global yang Relatable
Menurut Joko Anwar, Ghost in The Cell memang berangkat dari realita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Film bergenre komedi horor ini mengangkat isu tentang kekuasaan, sistem yang korup, serta nasib orang-orang kecil yang terjebak di dalamnya.
Menariknya, meski berlatar lokal, tema yang diangkat ternyata bisa dirasakan oleh penonton di berbagai belahan dunia.
Korupsi dan Ketidakadilan Jadi Bahasa Universal
Joko Anwar mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak yakin film ini akan mudah diterima secara global.
Namun, respons dari distributor internasional justru menunjukkan hal sebaliknya. Isu korupsi dan ketidakadilan ternyata menjadi persoalan universal yang terjadi di banyak negara.
Hal inilah yang membuat film ini terasa relevan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Amerika, Eropa, hingga Asia.
Baca Juga: Nonton Dilan ITB 1997 Lebih Awal di Bandung, Harga Tiket Cuma Rp1.997!
Dibanjiri Pujian dari Kritikus Internasional
Artikel Terkait
Daftar Pemain The Lord of the Rings: The Hunt for Gollum, Kembalinya Legenda Middle-earth dengan Wajah Baru
The Drama, Retaknya Hubungan Jelang Pernikahan: Hati-hati dengan Masa Lalu!
Tunggu Aku Sukses Nanti Menuju 3 Juta Penonton, Digempur Film-film Baru
Kathryn Newton Kembali Jadi Cassie Lang di Avengers: Doomsday, Siap Jadi Kunci Masa Depan MCU
Practical Magic 2 Siap Tayang! Sihir Sandra Bullock dan Nicole Kidman Kembali Setelah 28 Tahun