42 Persen Pemudik Masih Tertahan, Arus Balik Gelombang Kedua Diprediksi Meledak Akhir Pekan Ini

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 31 Maret 2026 | 18:55 WIB
Foto ilustrasi arus balik gelombang kedua diprediksi padat akhir pekan ini. (Pinterest @burhan_rizqillah)
Foto ilustrasi arus balik gelombang kedua diprediksi padat akhir pekan ini. (Pinterest @burhan_rizqillah)

 

TITIKTEMU.CO - Meski libur Lebaran mulai mendekati garis akhir dan aktivitas sekolah serta perkantoran dijadwalkan kembali normal pada Senin, 30 Maret 2026, arus balik ternyata belum benar-benar mereda.

Sekitar 42 persen pemudik masih belum kembali ke Jakarta, membuat akhir pekan ini diprediksi menjadi puncak kedua pergerakan besar kendaraan dan penumpang dari berbagai daerah menuju ibu kota.

Situasi ini membuat aparat kepolisian tetap siaga penuh di berbagai titik strategis meskipun Operasi Ketupat 2026 secara resmi sudah ditutup beberapa hari sebelumnya.

Fokus pengamanan kini dialihkan ke pola pengawasan yang lebih fleksibel namun tetap ketat, terutama di jalur-jalur utama yang berpotensi mengalami lonjakan volume kendaraan.

Baca Juga: Upgrade Cara Pikir, Upgrade Hidup: Rahasia Growth Mindset untuk Sukses di 2026

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus balik tahun ini tidak hanya bertumpu pada satu puncak, melainkan bergerak lebih dinamis dan menyebar.  N

Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan Bertahap

Untuk menghadapi potensi kepadatan, Korlantas Polri telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, termasuk sistem one way yang akan diberlakukan secara bertahap dan situasional sesuai kondisi lapangan.

Parameter utamanya mengacu pada jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol, terutama di kawasan Kalikangkung yang menjadi titik penting arus kendaraan dari arah timur menuju Jakarta.

Jika volume kendaraan mendekati ambang tertentu, kebijakan one way nasional bisa segera dijalankan untuk mencegah kemacetan parah di ruas Tol Trans Jawa.

Namun jika angka kendaraan masih berada dalam batas aman, arus lalu lintas akan tetap dilayani dua arah agar distribusi perjalanan tetap seimbang.

Pendekatan ini dipilih agar rekayasa lalu lintas tidak dilakukan secara kaku, melainkan menyesuaikan ritme pergerakan kendaraan yang terus berubah.

Baca Juga: Prajurit RI Gugur di Lebanon! Indonesia Desak PBB Gelar Rapat Darurat, Dunia Diminta Bertindak

Terminal dan Simpul Transportasi Ikut Dipadati

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Korlantas Polri

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X