TITIKTEMU.CO - Di balik layar kekuasaan dan dinamika keamanan nasional, intelijen militer Indonesia memainkan peran penting yang jarang tersorot publik.
Salah satu institusi kunci dalam sistem ini adalah Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dengan jejak panjang, penuh intrik, serta kerap bersinggungan dengan peristiwa besar dalam sejarah Indonesia.
Merupakan lembaga intelijen pusat di bawah Mabes TNI, bertugas menangani intelijen kemiliteran dan strategis. Mulai dari mengumpulkan analisis, operasi intelijen, kontra-intelijen, serta penggalangan demi kedaulatan negara.
Baca Juga: Profil Letjen TNI Yudi Abrimantyo, Kabais yang Mundur Usai Kasus Penyiraman Aktivis KontraS
Skandal Spionase 1997 yang Mengguncang
Menjelang akhir 1997, sebuah operasi senyap digelar intelijen militer. Saat itu, Direktur A di Badan Intelijen ABRI (BIA) Brigjen TNI Zacky Anwar Makarim memimpin pengawasan terhadap seorang perwira letnan kolonel.
Si perwira diduga membocorkan laporan rahasia operasi militer di Timor Timur kepada pihak asing. Dia bertemu dua diplomat Australia di sebuah hotel. Saat dokumen diserahkan, tim intelijen langsung menyergap.
Dua diplomat berhasil kabur, namun dokumen penting tertinggal. Dari hasil penyelidikan, mereka diketahui sebagai agen intelijen Australia yang menyamar sebagai staf kedutaan.
Kasus ini segera dilaporkan kepada Presiden Soeharto. Pemerintah pun melayangkan protes keras kepada Australia dan meminta kedua agen dipulangkan. Sementara sang perwira dikenai sanksi pensiun dini.
Peristiwa ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana operasi intelijen militer bekerja dalam senyap, namun berdampak besar pada hubungan internasional.
Baca Juga: Kabais Mundur Buntut Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Akar Panjang Intelijen Militer Indonesia
Sejarah intelijen militer Indonesia tidak lahir begitu saja. Cikal bakalnya sudah muncul sejak awal kemerdekaan melalui berbagai lembaga seperti Badan Istimewa yang dipimpin Zulkifli Lubis.
Seiring waktu, struktur ini terus berubah, mulai dari Badan Rahasia Negara hingga Biro Informasi Angkatan Perang (BISAP) pada awal 1950-an.
Artikel Terkait
Penahanan Yaqut Cholil Qoumas: Dari Rutan KPK, Tahanan Rumah, lalu Kembali Masuk Rutan
Cuti Bersama Lebaran 2026 Berakhir, Ini Jadwal Masuk Kerja dan Sekolah Terbaru
5 Fakta Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Jakarta Timur, Pelaku Mantan Suami Siri
Piala Dunia 2026, Turnamen Terbesar Sepanjang Sejarah di Jagad Sepak Bola
Purbaya Perpanjang Deadline Pajak! Wajib Pajak Kini Punya Waktu Lebih Lama hingga April 2026
CEK FAKTA Hendrik Irawan Joget di Dapur SPPG dan Klaim Insentif Rp6 Juta per Hari
Batas Usia Bintara Polri 2026 dan Jadwal Pendaftaran Lengkap Rekrutmen Polri Tahun Ini
Pendaftaran Bintara Polri 2026: Jadwal, Syarat, dan Cara Daftar Online GRATIS!