Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya, Jumat 20 Maret 2026, langsung ditetapkan sebagai Hari Raya Idul Fitri. Dengan demikian, sahur terakhir jatuh pada Kamis, 19 Maret.
Namun jika hilal tidak terlihat, maka Ramadhan akan digenapkan menjadi 30 hari. Umat Muslim masih menjalankan puasa pada Jumat, 20 Maret, dan sahur terakhir pada hari itu. Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Baca Juga: Menjelang Lebaran 2026: Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1447 H yang Dinanti Umat Islam
Data Hilal: Masih di Batas Kriteria
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Kemenag, posisi hilal pada 19 Maret 2026 berada di kisaran yang cukup krusial.
Ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam berkisar 0,9 derajat hingga lebih dari 3 derajat. Sementara elongasi atau jarak sudut bulan dan matahari di kisaran 4,5 hingga 6,1 derajat.
Dalam kriteria MABIMS, hilal dinyatakan bisa terlihat jika ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Sebagian wilayah sudah memenuhi syarat ketinggian, namun elongasi masih di bawah batas.
Kondisi ini membuat keputusan akhir sangat bergantung pada hasil pengamatan langsung di lapangan.***
Artikel Terkait
Jalur Pansela Jadi Alternatif Terbaik Mudik Lebaran 2026, Rute Indah Sepanjang Pantai Selatan Jawa
Estimasi Biaya Tol dan BBM Jakarta–Surabaya Saat Mudik Lebaran 2026, Siapkan Dana hingga Rp1,6 Juta
Daftar Tarif Tol Trans Jawa Lebaran 2026, Dari Jakarta ke Semarang, Solo, Jogja, hingga Surabaya
Catat! Ini Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026 Resmi Dirilis, Lengkap dengan Ruas Tolnya
Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran 2026: Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap yang Perlu Diketahui
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 di Trans Jawa 30 Persen, Begini Ketentuannya