Yang menggetarkan, jasad Abu Thalhah tetap utuh selama waktu tersebut, seakan ia hanya tertidur lelap.
Peristiwa ini dikenang sebagai salah satu bentuk kemuliaan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang taat.
Rajin berpuasa, gemar bersedekah, dan tak lelah berjihad menjadi rangkaian amal yang mengantar namanya harum hingga kini.
Kisah Abu Thalhah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin bagi siapa saja yang ingin menata hidup dengan amal terbaik.
Sebab mungkin kita tak mampu menyamai perjuangannya, tetapi kita selalu punya kesempatan untuk meneladani semangatnya.
Menjaga puasa setelah Ramadan, mengendalikan nafsu makan dan ego, serta mengutamakan orang lain, karena yang kita bawa pulang bukan harta, melainkan jejak ketakwaan.***
Artikel Terkait
Kisah Julaibib, Terasing di Bumi, Tapi Mulia di Langit
Syair Menggetarkan Rabiah Al Adawiyah, Cinta yang Tidak Takut Neraka, Tidak Mengharap Surga
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Nunukan Kalimantan Utara, Diduga Terkendala Cuaca Buruk
Daftar Negara Tolak Gabung Board of Peace Bentukan Donald Trump, Ini Alasan Lengkapnya
Jam Berapa Buka Puasa yang Benar? Ini Waktu Tepat Sesuai Dalil dan Sunnah
Jangan Asal Baca! Ini Doa Buka Puasa Ramadan yang Shahih, Mustajab, dan Penuh Keutamaan
Doa hari ke-2 puasa Ramadan lengkap Arab, latin, arti, dan makna untuk anak dan keluarga
Viral Jet Pribadi Menag, KPK Buka Penyelidikan: Gratifikasi atau Sekadar Fasilitas?
Cara Daftar QRIS All Payment untuk Warung dan UMKM, Praktis, Cepat, dan Resmi dari BI
Harga Emas Antam Hari Ini 19 Februari 2026 Naik ke Rp2,916 Juta per Gram, Investor Kembali Berburu Logam Mulia