Baca Juga: Profil Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR 42-500 yang Hilang Kontak dan Tabrak Gunung
Medan Berat, Cuaca Ekstrem
Medan berat menjadi tantangan tersendiri bagi penerbangan di daerah terpencil. Kawasan pegunungan Krayan didominasi hutan lebat, lembah curam, serta minim akses komunikasi.
Sebelum pesawat jatuh, warga Desa Pa’ Bettung mengaku melihat pesawat mengeluarkan asap hitam pekat sebelum tiba-tiba menukik tajam dan menghantam tanah.
Bahkan, sejumlah saksi menyebut sempat melihat sosok pilot terlontar keluar sesaat sebelum terdengar dentuman keras. Warga langsung bergegas menuju lokasi untuk melakukan pertolongan dan evakuasi.
Dari informasi di lapangan, kondisi cuaca di Krayan saat kejadian sedang hujan disertai kabut tebal yang membatasi jarak pandang. Faktor cuaca diduga kuat memengaruhi penerbangan.
Sementara itu, pihak terkait masih menunggu laporan lengkap dari lokasi kejadian.
“Kami masih menunggu laporan dari Krayan. Kita sampaikan kalau sudah lengkap saja,” ujar Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan.***
Artikel Terkait
Kisah Viswashkumar, Satu-satunya Penumpang Selamat Jatuhnya Pesawat Air India di Ahmedabad
Terekam Kamera Detik-Detik Jatuhnya Pesawat Capung di Ciampea Bogor, Mantan Kadispen TNI AU Meninggal Dunia
In Memoriam Marsma TNI Fajar Adriyanto, Jenderal yang Gugur dalam Kecelakaan Pesawat Latih
Drama Kursi Tiara Andini di Pesawat: Dari Tolak Tukar Seat hingga Sindir Pejabat Punya Kuasa
Pesawat Cessna Milik Wise Air Mendarat Darurat di Sawah Karawang, Awak Selamat dan Gangguan Mesin Jadi Fokus Investigasi
KNKT: Pesawat ATR 42-500 Hancur Tabrak Gunung Bulusaraung, 1 Korban Ditemukan di Jurang