Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda, MUI: Jangan Ada Perpecahan!

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Selasa, 17 Februari 2026 | 16:05 WIB
Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda, MUI: Jangan Ada Perpecahan! (Gemini AI)
Awal Ramadhan 2026 Berpotensi Berbeda, MUI: Jangan Ada Perpecahan! (Gemini AI)

TITIKTEMU.CO - Penetapan awal Ramadhan 2026 berpotensi berbeda di Indonesia. Kondisi ini diprediksi Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyusul perbedaan metode penentuan awal bulan hijriah.

Menurut Wakil Ketua Umum MUI, M Cholil Nafis, pihak yang menetapkan 1 Ramadhan pada 18 Februari 2026 berdasarkan kalender global. Sementara, sebagian lainnya berpotensi memulai puasa pada 19 Februari.

“Jadi bisa dipastikan awal Ramadhan kita ini akan berbeda. Ada yang tanggal 18 dan ada yang tanggal 19 Februari. Saya berharap semuanya memaklumi,” ujar Cholil dilansir dari Antara.

Baca Juga: Niat Mandi Sebelum Puasa Ramadhan 2026 Lengkap Arab, Latin dan Artinya  

Perbedaan Metode Hisab dan Rukyat

Potensi perbedaan awal Ramadhan 2026 ini tidak lepas dari perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan hilal atau bulan sabit penanda awal bulan hijriah.

Sebagian pihak menggunakan metode hisab berbasis kalender global, sementara lainnya memadukan hisab dengan metode imkan rukyat.

Menurut Cholil, dalam perhitungan imkan rukyat, posisi hilal diperkirakan masih berada di bawah 3 derajat saat matahari terbenam.

Padahal, berdasarkan kesepakatan forum ulama Asia Tenggara atau MABIMS (Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam), hilal memenuhi kriteria terlihat jika berada di atas 3 derajat.

Perbedaan ini menjadi faktor utama yang memicu potensi perbedaan awal puasa Ramadhan 2026 di Indonesia.

Baca Juga: Mengapa Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026? Ini Penjelasan Ilmiahnya 

Khilafiyah Fikih, Bukan Alasan Perpecahan

Cholil menegaskan perbedaan ini termasuk dalam ranah khilafiyah fikih atau perbedaan ijtihad dalam pemikiran hukum Islam.

Karena itu, dia mengajak umat Islam untuk menyikapinya secara dewasa dan tidak menjadikannya sebagai sumber perpecahan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X