Muhammadiyah menggunakan metode hisab murni, yaitu perhitungan astronomi. Sementara pemerintah dan NU menggunakan kombinasi hisab dan rukyat, yaitu perhitungan dan pengamatan langsung hilal.
Rumusnya, apabila hilal tidak terlihat saat rukyat, maka bulan berjalan digenapkan menjadi 30 hari.
Baca Juga: Ini 7 Amalan di Bulan Syaban dan Keutamaannya, Menjemput Berkah Jelang Ramadhan
Sidang Isbat Jadi Penentu Final Awal Puasa 2026
Sidang isbat Kemenag akan menjadi penentu resmi awal Ramadhan 1447 H di Indonesia. Sidang melibatkan berbagai pihak, termasuk ahli astronomi, ormas Islam, dan perwakilan pemerintah.
Hasil sidang isbat akan diumumkan setelah pemantauan hilal dilakukan di berbagai titik di Indonesia, terutama wilayah paling barat seperti Aceh.
Jika hilal tidak terlihat pada 17 Februari, maka pemerintah akan menetapkan awal puasa pada 19 Februari. Namun jika hilal terlihat, maka awal puasa bisa dimulai pada 18 Februari 2026.
Masyarakat Diminta Menunggu Pengumuman Resmi
Meski prediksi awal puasa Ramadhan 2026 sudah banyak beredar, namun masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari pemerintah melalui sidang isbat.
Setiap tahun, hasil sidang isbat menjadi pedoman nasional bagi umat Muslim di Indonesia dalam memulai ibadah puasa. Yang pasti, Ramadhan 2026 tinggal menghitung hari.
Apakah awal puasa Ramadhan 2026 akan sama atau berbeda? Jawabannya akan segera terungkap dalam sidang isbat pada 17 Februari mendatang.***
Artikel Terkait
Jadwal Puasa Bulan Syaban 2026: Tanggal, Niat, hingga Amalan
Jangan Terlewat! Ini Batas Bayar Utang Puasa Sebelum Ramadhan 2026 Lengkap dengan Panduannya
Jangan Panik Dulu: Puasa Qadha di Akhir Syaban Itu Boleh, Tapi Ada Syaratnya
Tak Mampu Mengqadha Puasa? Fidyah Jadi Solusi Syariat untuk Beragam Kondisi