Bertahan 12 Hari di Atas Rumah dengan Tenda Darurat
Dalam video tersebut tampak warga berkumpul di bawah tenda darurat di rooftop, dikelilingi rumah-rumah yang terendam banjir.
“Kami naik ke rooftop, mendirikan tenda, membawa makanan dan alat masak yang masih bisa diselamatkan. Selama 12 hari kami bertahan menunggu air surut,” katanya.
Selama masa itu, mereka harus menghadapi krisis air bersih, makanan terbatas, serta kondisi cuaca ekstrem.
“Kami bersih-bersih lumpur, bertahan tanpa air bersih, makan seadanya, kehujanan malam hari dan kepanasan di siang hari,” ungkapnya.
Meski penuh keterbatasan, solidaritas antarwarga menjadi kekuatan utama.
“Tapi kami saling membantu, saling menjaga, dan bekerja sama. Masya Allah,” ucapnya haru.
Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat
Hingga kini, Aceh Tamiang, bersama Aceh Tengah dan Pidie Jaya, masih berada dalam status tanggap darurat. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Aceh telah menetapkan fase transisi darurat menuju pemulihan.
Status tanggap darurat tetap diberlakukan karena masih terdapat wilayah yang sulit dijangkau serta kebutuhan logistik yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Kisah para penyintas ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana, solidaritas sosial, dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat.***
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Selama Ramadan 2026, Ini Skema MBG untuk Siswa Muslim
Raditya Dika Ungkap Kunci Sukses Berkarya di Banyak Platform: Kuasai Storytelling, Terapkan di Mana Saja
Kasus Dugaan Korupsi Workshop Wasbang Anggota DPRD Jatim, Dua Tahun Tanpa Kejelasan Pelapor Harap KPK Segera Tetapkan Kepastian Hukum
Harga Pangan Nasional Jelang Ramadan 2026 Bergerak, Mayoritas Turun tapi Sejumlah Komoditas Naik
Ahmad Habiebie Raih Kiper Terbaik Piala Asia Futsal 2026, Indonesia Ukir Sejarah Runner Up Asia