Hal serupa juga berlaku bagi sekolah non-Muslim yang tetap menerima MBG dengan menu reguler tanpa penyesuaian.
Skema Khusus MBG untuk Pesantren
Pemerintah juga menyiapkan mekanisme tersendiri untuk pelaksanaan MBG di lingkungan pondok pesantren. Penyaluran makanan akan dilakukan pada sore hari atau menjelang waktu berbuka puasa.
“Pesantren jadwalnya disesuaikan jadi sore hari, sekolah non-Muslim seperti biasa, ibu hamil dan balita tetap normal,” terang Zulhas.
Baca Juga: OJK Tunjuk Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi sebagai Komisioner Pengganti Mulai 31 Januari 2026
Fokus Cegah Stunting Selama Ramadan
Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa keberlanjutan MBG selama Ramadan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka stunting.
Menurutnya, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi prioritas utama karena berada dalam masa emas pertumbuhan dan perkembangan otak.
“Meski di hari libur dan Ramadan, program ini tetap berjalan karena sasaran utama kami adalah ibu hamil, menyusui, dan balita,” kata Dadan.
Ia menambahkan, pencegahan stunting harus dilakukan secara konsisten karena periode emas pertumbuhan anak berlangsung sangat singkat.***
Artikel Terkait
Viral Emak-Emak Bekasi Curhat ke Banjir: “Cukup Sampai Sini Ya, Jangan Balik Lagi”
Pratikno Bantah Isu Mundur dari Kabinet Prabowo, Tegaskan Masih Jalankan Tugas Menko PMK
OJK Tunjuk Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi sebagai Komisioner Pengganti Mulai 31 Januari 2026
Menhan Sjafrie Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Oposisi, Bahas Regulasi hingga Dugaan Kebocoran Anggaran
Panji Pragiwaksono Tanggapi Deretan Laporan Polisi soal Stand Up Comedy Mens Rea
SNBP 2026 Dibuka Hari Ini, Ini 6 Daftar Jurusan UI yang Sepi Peminat dan Berpeluang Lolos