Banjir Bandang Terjang Desa Penakir Pemalang, Warga Ceritakan Detik-detik Air Datang Bertubi-tubi

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 27 Januari 2026 | 09:50 WIB
Cerita warga Desa Penakir, Pemalang saat banjir bandang menerjang permukiman. (Instagram/um_sayur)
Cerita warga Desa Penakir, Pemalang saat banjir bandang menerjang permukiman. (Instagram/um_sayur)

“Sebagian mengungsi sekitar jam 10 sampai 12 siang. Tapi ada juga yang memilih bertahan di rumah, terutama dari RT 20, RT 21, RT 23, dan RT 24,” katanya.

Ia juga menyebutkan adanya korban meninggal dunia akibat banjir bandang tersebut. Namun, korban jiwa bukan berasal dari Desa Penakir.

Ratusan Kepala Keluarga Terdampak

Data dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat dampak kerusakan cukup signifikan. Sebanyak 8 rumah hanyut, 18 rumah rusak berat, dan 24 rumah mengalami rusak sedang.

Baca Juga: Harga Daging Sapi dan Kerbau Dijaga Stabil Jelang Ramadan–Idulfitri 2026, Pemerintah Tetapkan Rp55.000 per Kg

Sementara itu, total warga terdampak mencapai 252 kepala keluarga atau sekitar 911 jiwa.

Lokasi Pengungsian dan Status Tanggap Darurat

Pemerintah telah menyiapkan beberapa lokasi pengungsian bagi warga terdampak, antara lain:

  • Kantor Kecamatan Pulosari: 148 jiwa
  • Gedung PC NU: 381 jiwa
  • SDN 02 Penakir: 30 jiwa

Pemerintah Kabupaten Pemalang juga telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Bantuan Logistik dan Layanan Kesehatan Mulai Disalurkan

Selain proses evakuasi, bantuan logistik dan layanan darurat terus digulirkan. Posko dapur umum dan logistik telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

Baca Juga: Resmi Menikah! Ini Kisah Panjang Cinta Ranty Maria dan Rayn Wijaya dari Lokasi Syuting ke Pelaminan

Pemerintah daerah juga melakukan pembersihan material banjir, pendataan kerusakan infrastruktur, serta membuka posko kesehatan guna memastikan kondisi warga tetap terpantau.

Banjir bandang ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama bagi wilayah rawan bencana di kawasan pegunungan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X