Dalam konteks itulah Noe menempatkan dirinya: membantu negara agar pemerintah tetap berjalan lurus demi kepentingan bangsa.
Perang Kognitif Jadi Ancaman Serius
Selain soal politik, Noe juga menyoroti kritik terkait kompetensinya di bidang pertahanan. Ia menegaskan bahwa pertahanan negara tidak hanya soal senjata dan konflik fisik.
Menurut Noe, ancaman modern justru banyak datang dari wilayah non-militer, seperti disinformasi, runtuhnya kepercayaan publik, dan perpecahan sosial. Kondisi ini ia sebut sebagai bentuk “perang kognitif”.
Perang kognitif, kata Noe, berkaitan langsung dengan cara berpikir masyarakat sehari-hari.
Jika dibiarkan, hal tersebut dapat merusak fondasi negara secara perlahan.
Perlu Parameter untuk Pulihkan Kepercayaan
Noe menilai, masyarakat saat ini menghadapi krisis kepercayaan satu sama lain.
Tidak adanya parameter yang jelas untuk membangun kembali rasa saling percaya menjadi persoalan serius.
Karena itu, ia menyebut keterlibatannya di DPN sebagai bagian dari eksperimen untuk mencari pendekatan baru dalam menghadapi ancaman perang kognitif dan memperkuat ketahanan sosial bangsa.***
Artikel Terkait
Rekomendasi Mobil Listrik Harga Rp200 Jutaan, Ini Daftar Lengkap dari City Car hingga SUV
Kapan Forza Horizon 6 Rilis? Bocoran Tanggal 2026, Platform, dan Fitur Baru yang Keren
Berawal dari Es Buah Menjadi Laundry Express, KUR BRI Dorong UMKM Naik Kelas
Update Harga Motor Yamaha 2026: Lengkap dari Skutik Harian hingga Motor Premium
Daftar Harga Motor Honda Terbaru 2026, dari Matic hingga BigBike Premium
Daftar 2 Tim yang Sudah Mengamankan Tiket 16 Besar Liga Champions 2025/2026, Arsenal Tampil Sempurna!
Debut Manis Miliano Jonathans! Winger Timnas Indonesia Cetak Gol Saat Excelsior Tahan AZ Alkmaar
Honda CB 2026 Rilis di Indonesia, Perpaduan Gaya Klasik dan Teknologi Baru, Berapa Harganya?
Sedang Tayang di Netflix, Cek LINK NONTON Single’s Inferno Season 5 DI SINI
Visinema Rilis First Look Ratu Malaka, Cek Jadwal Tayang di Bioskop