Tekanan berulang dari hantaman kayu inilah yang membuat banyak jembatan runtuh, meski secara struktur awalnya masih cukup kuat. Menurut Ferry, gelondongan kayu tersebut berfungsi layaknya palu raksasa yang terus menghantam bangunan hingga akhirnya roboh.
Bottleneck Sungai Perparah Dampak Banjir
Dari analisis ratusan citra udara, Ferry menemukan bahwa banyak sungai di Sumatera memiliki hulu curam dengan material banjir campuran. Kondisi ini diperburuk oleh desain infrastruktur yang tidak ramah terhadap aliran air.
“Bottleneck buatan, bukaan sungai yang sempit dan tidak ramah hidrolika, begitu alirannya tertahan, dampaknya langsung ke permukiman warga,” ujarnya.
Ia menyebut karakter ini sangat mirip dengan yang dihadapi Swiss dalam menghadapi banjir bandang.
“Strategi pengurangan risiko banjir banyak berfokus pada titik bottleneck ini. Dari hasil riset, apa yang dilakukan Swiss sangat relevan untuk kita adaptasi,” tambah Ferry.
Belajar dari Swiss dan Jepang Tangani Driftwood
Dalam unggahan tersebut, Ferry menekankan bahwa solusi sebenarnya sudah tersedia melalui praktik terbaik internasional.
“Negara seperti Jepang, Swiss, dan AS menghadapi masalah logjam akibat driftwood saat banjir bandang,” ungkapnya.
Baca Juga: BMKG Deteksi Bibit Siklon 93S di Samudra Hindia, Berpotensi Picu Angin Kencang dan Gelombang Tinggi
Langkah awal yang disarankan bukan membersihkan seluruh kayu sekaligus, melainkan fokus pada titik-titik krusial.
“Yang harus dibereskan dulu itu jembatan, tikungan sungai, dan pertemuan anak sungai. Kalau bottleneck beres, aliran air lebih stabil dan risiko banjir susulan bisa ditekan,” jelasnya.
Sabo Dam dan Potensi Ekonomi Kayu Pascabanjir
Selain pembersihan puing kayu, Ferry juga mendorong pembangunan penghalang kayu di bagian hulu daerah aliran sungai.
Artikel Terkait
Penuh Keutamaan! Ini 7 Amalan Malam 1 Rajab 1447 H Sesuai Sunnah, Bisa Diamalkan Sejak Bakda Maghrib
Film TIMUR Sisihkan Keuntungan Tiket untuk Korban Banjir Sumatera, Raffi Ahmad: Kita Mungkin Tak Sedarah, Tapi Bersaudara
Raffi Ahmad dan Film TIMUR Salurkan Hasil Tiket untuk Korban Bencana Sumatera, Wujud Nyata Kepedulian Perfilman Indonesia
Miris! Warga Desa Sekumur Aceh Tamiang Terpaksa Gunakan Air Sisa Banjir untuk Memasak
Kesaksian Pilu Korban Banjir Bandang Aceh Tamiang: Bertahan di Atas Kayu dan Minum Air Lumpur Demi Hidup