Ancaman Tersembunyi Pascabanjir Sumatera: Gelondongan Kayu Disebut Pemicu Rusaknya Jembatan

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 23 Desember 2025 | 22:03 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera. (Instagram.com/@irwandiferry)
Menyoroti pernyataan influencer, Ferry Irwandi terkait gelondongan kayu yang terbawa arus banjir bandang di Sumatera. (Instagram.com/@irwandiferry)

Tekanan berulang dari hantaman kayu inilah yang membuat banyak jembatan runtuh, meski secara struktur awalnya masih cukup kuat. Menurut Ferry, gelondongan kayu tersebut berfungsi layaknya palu raksasa yang terus menghantam bangunan hingga akhirnya roboh.

Baca Juga: 3 Destinasi Wisata Paling Populer di Tegal, Tiket Murah Cocok untuk Liburan Tahun Baru 2026 Bersama Keluarga

Bottleneck Sungai Perparah Dampak Banjir

Dari analisis ratusan citra udara, Ferry menemukan bahwa banyak sungai di Sumatera memiliki hulu curam dengan material banjir campuran. Kondisi ini diperburuk oleh desain infrastruktur yang tidak ramah terhadap aliran air.

“Bottleneck buatan, bukaan sungai yang sempit dan tidak ramah hidrolika, begitu alirannya tertahan, dampaknya langsung ke permukiman warga,” ujarnya.

Ia menyebut karakter ini sangat mirip dengan yang dihadapi Swiss dalam menghadapi banjir bandang.

“Strategi pengurangan risiko banjir banyak berfokus pada titik bottleneck ini. Dari hasil riset, apa yang dilakukan Swiss sangat relevan untuk kita adaptasi,” tambah Ferry.

Belajar dari Swiss dan Jepang Tangani Driftwood

Dalam unggahan tersebut, Ferry menekankan bahwa solusi sebenarnya sudah tersedia melalui praktik terbaik internasional.

“Negara seperti Jepang, Swiss, dan AS menghadapi masalah logjam akibat driftwood saat banjir bandang,” ungkapnya.

Baca Juga: BMKG Deteksi Bibit Siklon 93S di Samudra Hindia, Berpotensi Picu Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

Langkah awal yang disarankan bukan membersihkan seluruh kayu sekaligus, melainkan fokus pada titik-titik krusial.

“Yang harus dibereskan dulu itu jembatan, tikungan sungai, dan pertemuan anak sungai. Kalau bottleneck beres, aliran air lebih stabil dan risiko banjir susulan bisa ditekan,” jelasnya.

Sabo Dam dan Potensi Ekonomi Kayu Pascabanjir

Selain pembersihan puing kayu, Ferry juga mendorong pembangunan penghalang kayu di bagian hulu daerah aliran sungai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X