Banjir Bandang Terjang Wisata Guci, Pancuran 13 dan Kolam Air Panas Hanyut

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Minggu, 21 Desember 2025 | 14:18 WIB
Banjir Bandang Terjang Wisata Guci, Pancuran 13 dan Kolam Air Panas Hanyut. (BPBD Jateng)
Banjir Bandang Terjang Wisata Guci, Pancuran 13 dan Kolam Air Panas Hanyut. (BPBD Jateng)

“Air datang tiba-tiba dan sangat deras. Kolam, pipa, dan jalur wisata langsung rusak. Banyak material terbawa arus dan menutup area wisata,” kata Jam Zami.

Tidak hanya kolam pemandian yang terdampak. Ratusan hingga ribuan pipa distribusi air panas yang mengalir ke penginapan, vila, serta fasilitas wisata lain di kawasan Guci juga hanyut.

Kerusakan ini berpotensi memengaruhi operasional wisata dalam jangka waktu yang cukup lama.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa banjir bandang berdampak langsung pada area wisata Pancuran 13.

Menurutnya, material banjir menutupi sebagian besar area sehingga membahayakan keselamatan pengunjung.

“Banjir bandang membawa material lumpur, pasir, dan batu yang menutupi area wisata. Demi keselamatan, kawasan wisata Guci ditutup sementara sampai kondisi dinyatakan aman,” ujar Abdul, Minggu, 21 Desember.

Pantauan di lapangan menunjukkan material banjir mengendap di sejumlah titik objek wisata, mengganggu akses jalan serta aktivitas di kawasan tersebut.

Meski mengalami kerusakan cukup parah, hingga laporan ini disusun belum ada informasi terkait korban jiwa dalam kejadian banjir bandang di Guci.

Baca Juga: Ini Dia Oleh Oleh Tegal, Yang Bisa Dibawa Pulang Setelah Mudik Lebaran

Fokus Upaya Pemulihan

Abdul menambahkan, tim BPBD Kabupaten Tegal telah tiba di dan langsung melakukan kaji cepat untuk memetakan dampak kerusakan sekaligus melakukan penanganan darurat guna mencegah risiko lanjutan.

“BPBD setempat melakukan asesmen awal dan langkah-langkah penanganan darurat. Fokus utama saat ini adalah memastikan area aman serta membersihkan material banjir,” jelasnya.

Selain penanganan di kawasan wisata, BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Gung untuk meningkatkan kewaspadaan.

Wilayah yang diminta waspada meliputi Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna, hingga kawasan Pantura yang berpotensi terdampak jika debit air kembali meningkat.

“Potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi. Masyarakat diminta memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari risiko bencana susulan,” pungkas Abdul.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X