Peralatan tersebut sangat diperlukan untuk mengaktifkan kembali jaringan komunikasi yang sebelumnya lumpuh akibat bencana.
Tenaga Medis Dikirim dengan Helikopter
Untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah terpencil, TNI juga mengirimkan tim medis dari RSPAD menggunakan helikopter.
“Dokter dan tenaga kesehatan dari RSPAD sudah kita kirim ke daerah-daerah terisolir,” ungkap Muzafar.
Keberadaan tim medis ini sangat penting mengingat banyak lokasi pengungsian yang kekurangan fasilitas kesehatan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Operasi Udara Terus Diperluas
Hingga Sabtu malam, operasi udara bantuan kemanusiaan terus ditingkatkan meskipun kondisi cuaca masih berubah-ubah. TNI menegaskan bahwa distribusi tetap dilakukan menggunakan jalur udara yang paling aman.
Marsda Muzafar memastikan bahwa seluruh unsur pasukan—baik TNI maupun instansi pendukung seperti Basarnas dan PLN—bekerja secara terpadu di bawah koordinasi satuan penanganan bencana nasional.***
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Perang Total terhadap Mark Up Anggaran dan Korupsi di Pemerintahan
Banjir Bandang Sumatera–Aceh: Prabowo Pastikan Pemerintah Bergerak Cepat Kirim Bantuan Darat dan Udara
Prabowo Bentuk Satgas Darurat Jembatan, Targetkan 300 Ribu Jembatan untuk Daerah Terpencil
Setahun Pemerintahan Prabowo: Pengamat Nilai Masih Dibayangi Era Jokowi, Ini Analisis Sri Radjasa dan Rocky Gerung
Inara Rusli Laporkan Penyebar Rekaman CCTV ke Bareskrim, Bantah Tuduhan Perselingkuhan dengan Insanul Fahmi
Rocky Gerung Kritik Proyek Whoosh: Bukan Kebutuhan Publik dan Bukan Lompatan Teknologi Indonesia
BNPB Update Banjir Bandang Sumatera: 116 Korban Meninggal, Tapanuli Tengah Paling Parah dan Komunikasi Pulih via Starlink