Purbaya Pasang Target 1 Tahun: Reformasi Bea Cukai Dimulai, Ancaman Pembekuan Mengintai!

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 29 November 2025 | 10:05 WIB
Purbaya singgung citra buruk Bea Cukai di mata masyarakat.  (Instagram/menkeuri)
Purbaya singgung citra buruk Bea Cukai di mata masyarakat. (Instagram/menkeuri)

Baca Juga: KUHAP Baru Jadi Sorotan: YLBHI Ingatkan Kewenangan Bea Cukai Bisa Tergerus, Purbaya Diminta Baca Ulang Aturan

Purbaya menilai adopsi teknologi ini menjadi kunci untuk menekan berbagai praktik penyimpangan, meningkatkan akurasi pemeriksaan, dan meminimalkan interaksi manual yang berpotensi membuka peluang korupsi.

“Kami pelajari betul. Kemajuannya cukup baik. Saya pikir tahun depan sistem sudah aman,” ujarnya optimistis.

Menurutnya, digitalisasi dan AI akan mempersempit ruang permainan oknum serta membantu DJBC menjadi lembaga yang jauh lebih profesional dalam menjaga arus barang dan perdagangan Indonesia.

Baca Juga: Purbaya Bongkar Peta Jalan Ekonomi: Target 8 Persen Bukan Ambisi, Tapi Titik Awal Menuju Indonesia Maju

Tantangan Berat: Membangun Ulang Kepercayaan Publik

Pemerintah menyadari bahwa beban memulihkan reputasi DJBC sangat berat.

Serangkaian kasus mengenai gaya hidup pegawai, temuan pelanggaran dalam penanganan barang impor, hingga kontroversi pelayanan publik telah memperburuk persepsi masyarakat.

Melalui reformasi menyeluruh, Purbaya menegaskan tujuan akhirnya: mengembalikan DJBC sebagai lembaga negara yang berintegritas, profesional, dan dipercaya publik.

“Artinya, Bea Cukai akan bisa bekerja dengan baik dan profesional,” tegasnya.

Waktu satu tahun ke depan menjadi momen penentu. Nasib lembaga, ribuan pegawainya, serta citra Kementerian Keuangan kini bergantung pada keberhasilan reformasi yang dikejar dengan batas waktu ketat.

Reformasi Bea Cukai memasuki fase paling krusial. Dengan target waktu satu tahun, ancaman pembekuan, dan adopsi teknologi AI sebagai tulang punggung pengawasan baru, langkah Purbaya Yudhi Sadewa menjadi taruhan besar bagi wajah pelayanan publik Indonesia.

Publik menunggu apakah DJBC mampu bangkit dan memulihkan kepercayaan, atau justru menghadapi risiko restrukturisasi total.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Siaran Pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X